TENTUNYA, jika memang seks paling baik dinikmati sebagai bagian dari satu hubungan komitmen jangka panjang, maka sangatlah masuk akal untuk memikirkan bagaimana kita harus menghadapinya sebelum hubungan itu terjadi. Jadi satu pertanyaan besar yang mungkin diajukan anak Anda adalah, "Seberapa jauh aku boleh melakukannya sebelum menikah?" Dan sebenarnya, tidak ada jawaban yang mudah.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Akan sangat berguna bagi setiap orang tua jika ada satu daftar aturan dalam berhubungan yang bisa mereka berikan pada anak mereka. Daftar itu berisi sejauh apa yang boleh dilakukan dalam setiap hubungan. Misalnya:
* "Boleh berciuman, tetapi jangan menggunakan lidahmu"
* "Boleh meraba, tetapi bukan untuk mencapai orgasme"
* "Boleh memegang buah dada, tetapi jangan lepas pakaian"
Sayang, praktiknya tidak sesederhana itu. Dikemudian hari, anak Anda adalah satu - satunya orang yang akan menentukan batasan-batasan mereka. Terlebih lagi, setelah umur mereka bertambah dan lebih bertanggung jawab, menjadi dewasa tidak hanya secara seksual tetapi juga emosional, batasan - batasan itu bisa berubah.
Itulah sebabnya, pastikan Anda tidak berhenti berbicara mengenai seks pada anak Anda. Tidak cukup hanya memberikan sedikit petunjujk atau perintah dan mengharapkan mereka mematuhinya. Berusahalah sebaik mungkin menjaga pembicaraan tetap berlangsung. Anak Anda mungkin akan membutuhkan nasihat Anda (meski dengan cara mereka sendiri) jika mereka akan membuat batasan - batasan yang masuk akal, bertanggung jawab dan realistis untuk dirinya sendiri.
Tetapi jika tidak ada petunjuk detil, paling tidak ada Aturan Emas. Ada cerita mengenai seorang wanita tua yang tinggal dirumah besar dilereng gunung yang tinggi. Satu - satunya jalan adalah melalui jalan yang sempit dan berliku. Saat sopirnya yang tua meninggal dunia, ia mewawancarai tiga calon sopir penggantinya. Ia hanya menanyakan satu pertanyaan pada mereka: "Seberapa dekat Anda bisa membawa saya ke tepi jurang tanpa terperosok ke bawah?"
Yang pertama menjawab,"Saya bisa membawa Anda dalam jarak sekitar 60 cm, tetapi saya tidak akan mengambil risiko membawa Anda lebih jauh dari itu."
Sopir kedua berkata, "Saya sangat ahli, saya bisa membawa Anda dalam jarak sekitar 15 cm dari tepi jurang dan Anda akan aman - aman saja."
Yang ketiga lebih tua, bijaksana dan sedikit lebih hati -hati: "Saya tidak akan membawa Anda ke dekat jurang, Nyonya,"jawabnya. "Saya tidak akan membahayakan Anda untuk hal yang tidak perlu."
Siapa yang diterima? Yang ketiga. Hal itu sama dengan seks dan hubungan: pilihan paling masuk akal adalah dengan tidak berjalan terlalu 'dekatdengan tepi jurang'.
Sebagai contoh, banyak pasangan melakukan apa yang secara teknis dikenal sebagai 'petting parah'. Saat masih kecil, saya pikir itu semacam bergulat dengan anjing jenis Saint Bernard! Pada kenyataannya, tentu saja, itu adalah tindakan saling meraba diatas sofa dalam keadaan setengah telanjang, saling memegang buah dada atau buahj zakar. Bahkan bisa sampai melakukan seks oral - semuanya kecuali penetrasi. Secara teori, disitulah garis batas dipasang. Disitulah tepi jurang itu. Tetapi masalahnyaadalah, saat Anda sudah sampai sejauh itu, sekuat apapun niat Anda untuk tidak melangkah lebih jauh, mudah sekali untuk mengabaikan suara kecil di kepala Anda yang menyuruh berhenti .. dan akhirnya adalah Anda benar -benar berhubungan seks. Pengalaman itu begitu nikmat sampai Anda ingin berada sedekat mungkin ke tepi jurang tanpa masuk kedalamnya. Seperti pernah dikatakan Woody Allen, seks yang biasa mungkin adalah sebuah pengalaman kosong, tetapi saat pengalaman kosong itu pergi, seks tersebut menjadi salah satu yang terbaik!. Diperlukan disiplin diri yang sangat tinggi untuk mengendalikan hasrat besar saat hormon Anda terpompa dan Anda dlam keadaan setengah telanjang bersama seseorang yang Anda sukai. Jadi, hal yang paling masuk akal untuk dilakukan adalah menarik garis lebih jauh ke belakang, ketika Anda masih bisa mengendalikannya.
Iklan Pilihan
Showing posts with label pernikahan. Show all posts
Showing posts with label pernikahan. Show all posts
Thursday, July 10, 2008
Lebih dari Sekadar Berpandangan
Kita semua mencari cinta. Akan sungguh mengerikan jika yang kita dapatkan ternyata tidak lebih dari sekadar seks atau romantisme, senikmat apapun, disaat itu. Pada akhirnya, kita akan merasa hampa, dikhianati dan mengalami kepahitan. Ada lebh banyak hal yang bisa diberikan cinta ketimbang sekadar tidur dengan seseorang. Kenyataannya, semua jenis hubungan hanya dapat berjalan dengan baik jika didasarkan pada rasa aman dan percaya, yang dibangun diatas dasar komitmen bersama untuk tetap setia satu sama lain.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Itulah mengapa seks akan mencapai tingkat terbaik dan paling memuaskan jika dilakukan dalam ikatan pernikahan. Seks lebih dari seks itu sendiri. Seks adalah tentang orang - orang yang melakukannya, dan tentang bagaimana mereka saling merasakan satu sama lain, lebih dari tindakan fisiknya itu sendiri. Yang terutamadalam seks bukanlah hubungan seks, sehingga seolah -olah menghafalkan Kama Sutra dan melatih fisik Anda seperti atlet peraih medali emas Olimpiade adalah cara untuk mencapai kehidupan seks yang utuh. Intinya, seks adalah mengenai cinta dan rasa aman. Pada akhirnya, yang membuat seks menjadi utuh bukan teknik atau kebugaran. Bukan ukuran atau kekuatan. Bahkan bukan pula kecantikan> Tetapi intinya adalah mereka yang melakukannya, dan hubungan yang mereka miliki satu sama lain. Seks adalah berbagi diri secara total dan intim dengan orang lain.
Karena itu, pertanyaan yang mungkin paling seringdiajukan anak Anda - "Bukankah sebelum menikah kami perlu mengetahui apakah kami cocok secara seksual?" - menjadi sangat tidak tepat. Jika Anda cocok dalam hal -hal lain, Anda akan cocok secara seksual. Jika Anda tidak cocok dalam hal - hal lain, tidak peduli seks Anda bagus secara teknis, itu tidak akan pernah cukup.Seks menjadi hal terbaik saat dilakukan dengan seseorang yang Anda cintai, percayai, dukung dan dengan siapa Anda berkomitmen. Seks adaalah cara untuk menunjukkan cinta, kepercayaan, dukungan dan komitmen tersebut pada mereka. Dengan begitu, seks juga akan sangat menyenangkan.
Jadi, jika seks yang terbaik adalah seperti itu, mengapa Anda mendorong anak 0Anda melakukan sesuatu yang lebih kecil dari itu?
http://ahliremaja.blogspot.com/
Itulah mengapa seks akan mencapai tingkat terbaik dan paling memuaskan jika dilakukan dalam ikatan pernikahan. Seks lebih dari seks itu sendiri. Seks adalah tentang orang - orang yang melakukannya, dan tentang bagaimana mereka saling merasakan satu sama lain, lebih dari tindakan fisiknya itu sendiri. Yang terutamadalam seks bukanlah hubungan seks, sehingga seolah -olah menghafalkan Kama Sutra dan melatih fisik Anda seperti atlet peraih medali emas Olimpiade adalah cara untuk mencapai kehidupan seks yang utuh. Intinya, seks adalah mengenai cinta dan rasa aman. Pada akhirnya, yang membuat seks menjadi utuh bukan teknik atau kebugaran. Bukan ukuran atau kekuatan. Bahkan bukan pula kecantikan> Tetapi intinya adalah mereka yang melakukannya, dan hubungan yang mereka miliki satu sama lain. Seks adalah berbagi diri secara total dan intim dengan orang lain.
Karena itu, pertanyaan yang mungkin paling seringdiajukan anak Anda - "Bukankah sebelum menikah kami perlu mengetahui apakah kami cocok secara seksual?" - menjadi sangat tidak tepat. Jika Anda cocok dalam hal -hal lain, Anda akan cocok secara seksual. Jika Anda tidak cocok dalam hal - hal lain, tidak peduli seks Anda bagus secara teknis, itu tidak akan pernah cukup.Seks menjadi hal terbaik saat dilakukan dengan seseorang yang Anda cintai, percayai, dukung dan dengan siapa Anda berkomitmen. Seks adaalah cara untuk menunjukkan cinta, kepercayaan, dukungan dan komitmen tersebut pada mereka. Dengan begitu, seks juga akan sangat menyenangkan.
Jadi, jika seks yang terbaik adalah seperti itu, mengapa Anda mendorong anak 0Anda melakukan sesuatu yang lebih kecil dari itu?
Empat Sekawan
"Pernikahan," kata beberapa orang, "hanyalah secarik kertas. "Benarkah kata mereka? Tidak. Kenyataannya secarik kertas itu - sertifikat pernikahan - tidak lebih dari sebuah simbol dari semua hal lain mengenai pernikahan. Demikian juga pernikahan bukan sekadar upacara sederhana, pakaian putih, saudara yang sudah dua puluh tahun tidak berjumpa, roti, berfoto tiada henti, topi yang aneh, pidato membosankan dan dua puluh enam pemanggang roti. Semua itu hanya upacara pernikahan!
http://ahliremaja.blogspot.com/
Pernikahan adalah mengenai banyak hal, tetapi secara khusus ada empat hal terlintas dalam pikiran: persahabatan, dukungan, kehidupan berkeluarga dan komitmen.
1. Persahabatan.
Yang lebih penting, suami istri adalah sahabat dan rekan. Mereka saling mencintai satu sama lain, yang mungkin, adalah bentuk tertinggi dari persahabatan. Seorang suami atau istri harus menjadi sahabat terbaik Anda - seorang yang bisa Anda ajak berdikusi tentang semua maslah Anda dan untuk berbagi suka duka. Mereka haruslah seseorang yang mencapai tingkat mengenal Anda secara intim dan mencintai Anda apa adanya tanpa syarat.
2. Dukungan.
Seorang sahabat juga selalu mendukung Anda. Anda tahu Anda tidak selalu berada dipuncak karena saat semua tidak berjalan baik dan memburuk, seorang sahabat akan siap menolong Anda atau paling tidak menemani Anda. Saat Anda menikahi seseorang. Anda berjanji untuk mencintai dan mendukung dia selamanya, apapun yang akan terjadi. Seorang istri atau suami adalah rekan yang menyediakan diri untuk memberi Anda dukungan yang Anda perlukan selama Anda berdua hidup.
3. Kehidupan berkeluarga.
Pernikahan menciptakan lingkungan terbaik bagi kehiduplan berkeluarga. Memang, orang tua tunggal telah membuktikan jika keluarga tidak selalu hanya kelauarga ' inti': ibu, ayah, dengan dua hingga empat anak. Bahkan, banyak orang tua tunggal membesarkan anak mereka dengan cinta dan rasa aman yang lebih besar dibanding keluarga lain yang lebih 'tradisional'. Tetapi sebagian besar ibu dan ayah tunggal setuju bahwa situasi yang ideal adalah lingkungan stabil dengan keberadaan ibu dan ayah. Mungkin tidak selalu seperti itu, tentu saja, tetapi itulah tujuan patokan yang hendak dicapai.
4. Komitmen.
Barangkalisatu hal terpenting tentang pernikahan adalah komitmen yang diucapkan didepan umum oleh masing - masing pihak untuk mencintai apapun lyang akan terjadi nanti. Dalam pemberkatan nikah, penantin pria dan wanita berjanji untuk hidup bersama "sampai kematian memisahkan kita". Dalam masyarakat kita yang berbudaya sekali pakai - jika Anda sudah bosan dengan satu hal, Andamenggantinya dengan yang baru - ada godaan nyata bagi kita untuk memperlakukan orang seperti benda, menukar - tambahkan mereka dengan model yang berbeda kapan saja mereka tidak memenuhi harapan kita, mengubah Tuan atau Nona yang Tepat untuk Saat ini .. sebelum seseorang yang lebih baik lagi muncul. Sebaliknya, pernikahan - dengna janjinya untuk tetap setia satu sama lain, apapun yang terjadi - membantu kita memperlakukan mereka sebagai manusia.
Seorang pemenang Nobel Perdamaian pernah diwawancarai di televisi. Diumur 80 - an, ia telah menikah selama lebih dari lima puluh tahun. Saat pembawa acara bertanya apakah menurutnya istrinya adalah wanita yang paling cantik didunia, ia menjawab, "Tentu saja tidak. Umurnya sudah 80-an! Tetapi ia adalah wanita yang paling saya cintai, pada siapa saya mengikat janji." Pernikahan adalah mengenai melakukan apa yang Anda katakan,. Pernikahan adalah mengenai membuat komitmen yang tetap didepan umum. Dan di dalam dunia kita yang terus berubah, kualitas dan isi komitmen kitalah yang menentukan siapa diri kita.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Pernikahan adalah mengenai banyak hal, tetapi secara khusus ada empat hal terlintas dalam pikiran: persahabatan, dukungan, kehidupan berkeluarga dan komitmen.
1. Persahabatan.
Yang lebih penting, suami istri adalah sahabat dan rekan. Mereka saling mencintai satu sama lain, yang mungkin, adalah bentuk tertinggi dari persahabatan. Seorang suami atau istri harus menjadi sahabat terbaik Anda - seorang yang bisa Anda ajak berdikusi tentang semua maslah Anda dan untuk berbagi suka duka. Mereka haruslah seseorang yang mencapai tingkat mengenal Anda secara intim dan mencintai Anda apa adanya tanpa syarat.
2. Dukungan.
Seorang sahabat juga selalu mendukung Anda. Anda tahu Anda tidak selalu berada dipuncak karena saat semua tidak berjalan baik dan memburuk, seorang sahabat akan siap menolong Anda atau paling tidak menemani Anda. Saat Anda menikahi seseorang. Anda berjanji untuk mencintai dan mendukung dia selamanya, apapun yang akan terjadi. Seorang istri atau suami adalah rekan yang menyediakan diri untuk memberi Anda dukungan yang Anda perlukan selama Anda berdua hidup.
3. Kehidupan berkeluarga.
Pernikahan menciptakan lingkungan terbaik bagi kehiduplan berkeluarga. Memang, orang tua tunggal telah membuktikan jika keluarga tidak selalu hanya kelauarga ' inti': ibu, ayah, dengan dua hingga empat anak. Bahkan, banyak orang tua tunggal membesarkan anak mereka dengan cinta dan rasa aman yang lebih besar dibanding keluarga lain yang lebih 'tradisional'. Tetapi sebagian besar ibu dan ayah tunggal setuju bahwa situasi yang ideal adalah lingkungan stabil dengan keberadaan ibu dan ayah. Mungkin tidak selalu seperti itu, tentu saja, tetapi itulah tujuan patokan yang hendak dicapai.
4. Komitmen.
Barangkalisatu hal terpenting tentang pernikahan adalah komitmen yang diucapkan didepan umum oleh masing - masing pihak untuk mencintai apapun lyang akan terjadi nanti. Dalam pemberkatan nikah, penantin pria dan wanita berjanji untuk hidup bersama "sampai kematian memisahkan kita". Dalam masyarakat kita yang berbudaya sekali pakai - jika Anda sudah bosan dengan satu hal, Andamenggantinya dengan yang baru - ada godaan nyata bagi kita untuk memperlakukan orang seperti benda, menukar - tambahkan mereka dengan model yang berbeda kapan saja mereka tidak memenuhi harapan kita, mengubah Tuan atau Nona yang Tepat untuk Saat ini .. sebelum seseorang yang lebih baik lagi muncul. Sebaliknya, pernikahan - dengna janjinya untuk tetap setia satu sama lain, apapun yang terjadi - membantu kita memperlakukan mereka sebagai manusia.
Seorang pemenang Nobel Perdamaian pernah diwawancarai di televisi. Diumur 80 - an, ia telah menikah selama lebih dari lima puluh tahun. Saat pembawa acara bertanya apakah menurutnya istrinya adalah wanita yang paling cantik didunia, ia menjawab, "Tentu saja tidak. Umurnya sudah 80-an! Tetapi ia adalah wanita yang paling saya cintai, pada siapa saya mengikat janji." Pernikahan adalah mengenai melakukan apa yang Anda katakan,. Pernikahan adalah mengenai membuat komitmen yang tetap didepan umum. Dan di dalam dunia kita yang terus berubah, kualitas dan isi komitmen kitalah yang menentukan siapa diri kita.
Kuda dan Kereta Kuda
Sepanjang sejarah, sebagai bagian dari sistemnya, dunia selalu mempunyai gagasan tentang hubungan yang permanen dan bertanggung jawab. Hal itu bukan sesuatu yang modern , atau secara khusus dimiliki bangsa Eropa atau bahkan Kristen. Bangsa Yunani kuno mempunyai upacara pernikahan, juga bangsa Mesir,Romawi Syria,Assyria, Babilonia,kaum Barbar,
Bizantum, Persia, Pict , Angle, Saxon, Anglo - Saxon, Hun, Goth, Visigoth, Ostrogoth, .. Anda tahu maksud saya. Bahkan sampai sekarang, setiap masyarakat, kebudayaan dan negara di bumi ini mempunyai hubungan, dan semuanya mencakup gagasan mengenai pernikahan - hubungan antara dua orang yang permanen, bertanggung jawab dan saling mencintai.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Lebih jauh lagi, sebagian besar kebudayaan , apapun latar belakang agamanya, dalam sejarahnya,mempunyai hukum yang melarang hubungan seks di luar pernikahan. Pada sebagian kebudayaan, hukuman atas perzinaan sangat kejam - bahkan hukuman mati! Itu harga yang sangat mahal untuk sebuah kesengan sesaat. Tentu saat ini hal itu sudah sangat menurun, orang - orang leluasa untuk saling berhubungan seks, menikah atau tidak menikah. Tetapi meski hukuman seperti itu tampak terlalu berat atau tidak adil untuk masa sekarang, tujuannya sederhana saja: menjaga seks tetap di dalam ikatan pernikahan..
Mengapa harus begitu? Lagipula, didalam pernikahan ada tekanan yang cukup berat. Lebih dari sepertiga dari semua pernikahan di Inggris berakhir dengan perceraian , dan banyak dari mereka yang masih bersatu tetap gagal mencapai tingkat 'kebahagiaan kekal'. Disisi lainnya, cinta dan romantisme sepertinya telah diturunkan maknanya menjadi sekadar kebiasaan dan bagian dari toleransi. Dari setiap satu pernikahan yang kita tahu berjalan baik, kita juga bisa menyebutkan satu atau dua pernikahan yang gagal.
Tetapi jika pernikahan itu benar -benar buruk, mengapa kita terus melihatnya muncul di sepanjang sejarah? Tentu ada seseorang, pada titik tertentu, telah maju ke depan dan mengatakan, "Ini bodoh! Mari kita berunding dan menetapkan sesuatu yang lebih baik!" Misalnya, apa yang salah dengan membuat semacam kontrak bersyarat selama tiga tahun yang tak bisa diperbarui, mencakup tempat tinggal bersama, hak yang sama untuk memilih program televisi, pembagian pekerjaan rumah tangga yang disetujui bersama, hak seluas-luasnya atas kamar tidur, dan pasal yang membolehkan kedua belah pihak menyatakan pengunduran diri setelah 18 bulan? Mengapa hal seperti itu tidak populer? Mengapa orang tetap membuat janji yang permanen, meskipun ada kemungkinan satu banding tiga pernikahan berakhir di pengadilan dan tidak di tempat pemakaman ? Dan mengapa ada sebagian pasangan yang belum menjalani uplacara pernikahan tetapi telah lama hidup seakan - akan sudah menikah?
Barangkali yang sebenarnya adalah tidak ada sistem yang lebih baik selain pernikahan. Mungkin kita harus mencoba lebih keras atau memilih dengan lebh baik. Atau kedua - duanya.
Mungkin pernikahan, beserta semua kekurangan dan kesulitannya., mempunyai lebih banyak manfaat daripada yang sering kali kita yakini.
Tentu saja, jika Anda sudah tidak menikah lagi atau belum pernah menikah - pesan ini sepertinya akan sulit disampaikan pada anak Anda. Mungkin akan tampak sedikit munafik jika Anda mencobanya. Mungkin pengalaman pernikahan Anda sendiri begitu menyakitkan sehingga Anda ragu apa Anda harus mengatakan pada anak Anda mengenai hal itu .. . kecuali sebagai satu pengalaman yang harus dihindari. Pernikahan berakhir karena bermacam alasan - termasuk kematian, tetapi hampir seringkali karena perceraian atau perpisahan - dan mungkin Anda bisa menjadi orang tua 'tunggal' karena kesalahan yang tidak Anda lakukan. Jika memang begitu, sangat wajar jika Anda sungguh-sunggulh mengalami keraguan mengenai apakah Anda orang yang tepat untuk mengibarkan bendera pernikahan ... atau apakah bendera itu tidak perlu dikibarkan sama sekali.
Tetapi kenyataannya adalah bahwa apapun status pernikahan Anda - apakah Anda mempunyai atau pernah mempunyai pernikahan terbaik didunia, atau Anda bercerai, atau Anda belum pernah menikah - Anda tetaplah orang terbaik luntuk mengatakan pada anak Anda mengenai bagaimana pernikahan bisa berhasil baik dan rasa aman yang bisa diberikannya. Lagi pula, Anda adalah orang yang mereka tahu mencintai mereka tanpa syarat . Dan dibalik tingkat kegagalannya yang tinggi, inti pernikahan adalah saling mencintai dan dicintai tanpa syarat, secara khusus oleh satu orang seumur hidup. Itulah yang paling kita inginkan untuk anak kita .. dan untuk kita sendiri.
Bizantum, Persia, Pict , Angle, Saxon, Anglo - Saxon, Hun, Goth, Visigoth, Ostrogoth, .. Anda tahu maksud saya. Bahkan sampai sekarang, setiap masyarakat, kebudayaan dan negara di bumi ini mempunyai hubungan, dan semuanya mencakup gagasan mengenai pernikahan - hubungan antara dua orang yang permanen, bertanggung jawab dan saling mencintai.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Lebih jauh lagi, sebagian besar kebudayaan , apapun latar belakang agamanya, dalam sejarahnya,mempunyai hukum yang melarang hubungan seks di luar pernikahan. Pada sebagian kebudayaan, hukuman atas perzinaan sangat kejam - bahkan hukuman mati! Itu harga yang sangat mahal untuk sebuah kesengan sesaat. Tentu saat ini hal itu sudah sangat menurun, orang - orang leluasa untuk saling berhubungan seks, menikah atau tidak menikah. Tetapi meski hukuman seperti itu tampak terlalu berat atau tidak adil untuk masa sekarang, tujuannya sederhana saja: menjaga seks tetap di dalam ikatan pernikahan..
Mengapa harus begitu? Lagipula, didalam pernikahan ada tekanan yang cukup berat. Lebih dari sepertiga dari semua pernikahan di Inggris berakhir dengan perceraian , dan banyak dari mereka yang masih bersatu tetap gagal mencapai tingkat 'kebahagiaan kekal'. Disisi lainnya, cinta dan romantisme sepertinya telah diturunkan maknanya menjadi sekadar kebiasaan dan bagian dari toleransi. Dari setiap satu pernikahan yang kita tahu berjalan baik, kita juga bisa menyebutkan satu atau dua pernikahan yang gagal.
Tetapi jika pernikahan itu benar -benar buruk, mengapa kita terus melihatnya muncul di sepanjang sejarah? Tentu ada seseorang, pada titik tertentu, telah maju ke depan dan mengatakan, "Ini bodoh! Mari kita berunding dan menetapkan sesuatu yang lebih baik!" Misalnya, apa yang salah dengan membuat semacam kontrak bersyarat selama tiga tahun yang tak bisa diperbarui, mencakup tempat tinggal bersama, hak yang sama untuk memilih program televisi, pembagian pekerjaan rumah tangga yang disetujui bersama, hak seluas-luasnya atas kamar tidur, dan pasal yang membolehkan kedua belah pihak menyatakan pengunduran diri setelah 18 bulan? Mengapa hal seperti itu tidak populer? Mengapa orang tetap membuat janji yang permanen, meskipun ada kemungkinan satu banding tiga pernikahan berakhir di pengadilan dan tidak di tempat pemakaman ? Dan mengapa ada sebagian pasangan yang belum menjalani uplacara pernikahan tetapi telah lama hidup seakan - akan sudah menikah?
Barangkali yang sebenarnya adalah tidak ada sistem yang lebih baik selain pernikahan. Mungkin kita harus mencoba lebih keras atau memilih dengan lebh baik. Atau kedua - duanya.
Mungkin pernikahan, beserta semua kekurangan dan kesulitannya., mempunyai lebih banyak manfaat daripada yang sering kali kita yakini.
Tentu saja, jika Anda sudah tidak menikah lagi atau belum pernah menikah - pesan ini sepertinya akan sulit disampaikan pada anak Anda. Mungkin akan tampak sedikit munafik jika Anda mencobanya. Mungkin pengalaman pernikahan Anda sendiri begitu menyakitkan sehingga Anda ragu apa Anda harus mengatakan pada anak Anda mengenai hal itu .. . kecuali sebagai satu pengalaman yang harus dihindari. Pernikahan berakhir karena bermacam alasan - termasuk kematian, tetapi hampir seringkali karena perceraian atau perpisahan - dan mungkin Anda bisa menjadi orang tua 'tunggal' karena kesalahan yang tidak Anda lakukan. Jika memang begitu, sangat wajar jika Anda sungguh-sunggulh mengalami keraguan mengenai apakah Anda orang yang tepat untuk mengibarkan bendera pernikahan ... atau apakah bendera itu tidak perlu dikibarkan sama sekali.
Tetapi kenyataannya adalah bahwa apapun status pernikahan Anda - apakah Anda mempunyai atau pernah mempunyai pernikahan terbaik didunia, atau Anda bercerai, atau Anda belum pernah menikah - Anda tetaplah orang terbaik luntuk mengatakan pada anak Anda mengenai bagaimana pernikahan bisa berhasil baik dan rasa aman yang bisa diberikannya. Lagi pula, Anda adalah orang yang mereka tahu mencintai mereka tanpa syarat . Dan dibalik tingkat kegagalannya yang tinggi, inti pernikahan adalah saling mencintai dan dicintai tanpa syarat, secara khusus oleh satu orang seumur hidup. Itulah yang paling kita inginkan untuk anak kita .. dan untuk kita sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)