Iklan Pilihan

Showing posts with label pacaran. Show all posts
Showing posts with label pacaran. Show all posts

Thursday, July 10, 2008

Bagaimana Aku Tahu Kalau Dia Adalah Pilihan yang Tepat ?

Ini bukan pertanyaan mudah. Sebagian besar dari kita, dari lubuk hati kita yang terdalam, ingin seperti kisah dalam dongeng. Kita ingin menemukan seseorang yang membuat jantung kita berdebar lebih kencang, yang mencintai kita apa adanya tanpa syarat, dan bersamanya kita menjalani hidup kita. Kita juga, jika mau jujur, ingin mereka berwajah sangat cantik atau tampan. Tetapi ini paket yang terlalu menuntut, dan tidak ada jaminan bagi kita untuk bisa mendapatkannya secara kilat atau malah tidak bisa kita dapatkan sama sekali. Lebih jauh lagi, paket itu berubah saat umur kita bertambah, karena kita pun berubah. Itulah mengapa jenis pasngan yang ktia cari saat berusia empat belas tahun sangat berbeda dengan saat kita empat puluh tahun. Oleh karena hal itu jugalah sebagian pasangan berpisah: jika Anda tidak berusaha memastikan bahwa Anda berdua berkembang bersama - sama, maka Anda akan berpisah.

http://ahliremaja.blogspot.com/

Dengan kata lain, kualitas utama dari calon pasangan yang perlu anak Anda temukan bukanlah ciuman yang hebat atau sensualitas yang menggairahkan, melainkan cinta, dukungan dan 'menyatukan perbedaan'. Mereka tidak perlu mencari seseorang yang tepat sama dengan mereka, atau sebaliknya memercayai 'sifat berlawanan itu menarik'. Yang penting adalah bahwa pacar mereka, dan bersamanya mereka bisa menjadi diri 'mereka sendiri'. Perbedaan mereka haruslah menjadi sesuau yang saling melengkapai, dan persamaan mereka harus bisa membantu mereka untuk saling mendukung dan menguatkan.

Anak Anda kemungkinan paling tidak akan mempunyai satu atau dua hubungan sebelum mereka menemukan orang yang menurut mereka adalah orang yang tepat. Ini tidak selalu buruk, dan mereka tidak perlu menjalani setiap hubungan sambil berpikir, "Inilah orangnya!" Bahkan, harapan yang terlalu besar bisa menghentikan mereka menghargai pacar mereka apa adanya. Tidak semua hubungan bisa abadi, dan hanya sedikit saja hubungan yang dimulai sejak remaja bisa menjadi abadi. Karena itulah makin penting bagi anak Anda untuk berhati - hati mempertimbangkan mengenai seberapa jauh mereka ingin melangkah dalam hal seks dengan pacarnya yang sekarang. Mereka tidak bisa mendapat roti dan langsung memakannya. Semakin sulit pula bagi mereka menciptakan kehidupan seks dengan pasangan impian mereka (saat mereka akhirnya menemukannya) sebagai sesuatu yang intim, khususnya, pribadi dan eksklusif.

Tubuh Sehat, Pikiran Sakit

Jadi, jika anak Anda belum mempunyai pacar - atau sebaiknya tetap begitu, sebelum mereka cukup dewasa untuk memikirkan satu hubungan yang serius - cobalah untuk mendorong mereka agar tidak khawatir karena masih jombo dan agar tidak terlalu memikirkannya. Anda tentu tidak ingin membiarkan hal itu mengambil alih hidup mereka.

http://ahliremaja.blogspot.com/

Akan lebih baik jika mereka menggunakan waktu mereka untuk mempelajari keterampilan baru dan mengembangkan minat - minat mereka. Cara mengembangkan daya tarik mereka terhadap orang lain bukanlah dengan berusaha mati - matian untuk mendapatkan pacar - tetapi dengan menjadi pribadi yang lebih menarik dan bahagai. Sementara yang terpenting, oragan seksual mereka yang paling hebat adalah yang ada di antara telinga mereka, bukan diantara kaki mereka. Teman sekolah yang tidak punya masalah dalam mendapatkan pacar, yang menghabiskan waktu mereka untuk bercumbu dan berhubungan seks dan menggapai kepopuleran diantara lawan jenisnya (dan seringkali juga ketidakpopuleran diantara sesama jenisnya), bisa dengan mudah mengalami perceraian dan ketidak puasan saat mereka mencapai umur tiga puluh. Sebaliknya, mereka yang mencurahkan lebih banyak waktu mengembangkan minat mereka lebih mungkin mencapai umur tiga puluh dengan penuh prestasi dan rasa bahagia.

Untuk jangka panjang, pribadi yang menarik ternyata lebih memesona dari pada mereka yang cantik secara fisik, khususnya saat memasuki usia paruh baya, siapapun Anda, aset Anda akan mulai layu dan Anda mulai lemah. Jika anak Anda belajar mengembangkan hubungan sejati yang baik dengan sesama maupun lawan jenis, mereka akan mendapati bahwa mereka bisa lebih santai dan wajar dalam berhubungan dengan mereka, lebih terampil dalam seni percakapan, lebih dihargai oleh banyak teman, lebih bahsagia seabgai pribadi dan , ironisnya, lebih siap untuk membentuk hubungan seksual yang abadi di waktu mendatang. Diiatas semuanya itu, anak Anda perlu untuk menghindari menggantungkan penghargaan diri mereka pada daya tarik mereka terhadap lawan jenis dan pada kesuksesan mereka mendapatkan pacar. Meskipun mereka berhasil, mereka hanya akan dikecewakan.

Mitos No. 3: Mempunyai pasangan akan membuatku bahagia

'Aku Tak Bisa Puas'

http://ahliremaja.blogspot.com/

Berada dalam hubungan yang stabil dan saling mencintai tidak diragukan lagi adalah pengalaman membahagiakan, tetapi itu tidak berarti Anda hanya dapat bahagia dengan cara menjalin hubungan dengan seseorang. Atau itu juga tidak berarti hanya dengan berhubungan dengan seseorang - atau bahkan mempunyai hubungan yang stabil dan saling mencintai dengan seseorang - otomatis akan cukup untuk membahagiakan Anda. Sebagian besar kita menemukan kebahagiaan melalui gabungan banyak hal berbeda: pekerjaan kita, hobi, prestasi, minat, teman - teman, keluarga, kepercayaan.

Bunda Teresa mencurahkan hidupnya membantu orang - orang miskin di daerah kumuh di Kalkuta. Menurut standar siapapun ia adalah seorang wanita yang sangat sukses dan bahagia. Bahkan tidak berlebihan menyebutnya sebagai orang suci. Meski begitu ia tidak pernah punya pasangan (bagi seorang biarawati itu melanggar aturan!). Sebaliknya, ia menemukan kebahagiaan sebagai konsekuensi dari keputusannya untuk tidak mempunyai pasangan. Ia tidak akan pernah mencapai separuh dari pencapaian hidupnya seandainya ia selalu harus sampai di rumah jam lima untuk menyiapkan teh bagi suami Bunda Teresa. Jadi, tidaklah benar jika ada yang berpikir bahwa Anda yang tidak mempunyai pasangan atau tidak berpacaran dengan seseorang - siapapun itu - berarti Anda tidak akan puas atau bahagia.

Pada kenyataannya ada ribuan orang yang cukup bahagia menjadi 'muda, bebas dan lajang'. Atau bahkan tua, bebas dan lajang pun bisa bahagia. Dan ada ribuan orang lagi yang menyesal telah menggantungkan harapan mereka akan kebahagiaan pada sebuah hubungan. Trevor Chambers, seorang Australia dengan tinggi 190 cm dan jenggot hitam panjang yang bisa membuat Chewbacca malu, suatu saat pernah membuat takut orang - orang yang berbelanja di pusat perbelanjaan Melbourne dengan memakai kerudung pengantin beserta tiara plastik murahan warna merah muda dan berkeliling kesana kemari sambil membawa plakat bertuliskan, "Seks bukan obat untuk kehamilan". Bahkan yang lebih mengejutkan daripada pemandangan karpet bulu berjalan dalam pakaian pengantin itu adalah reaksi yang diterimanya - banyak pria dan wanita secara bergantian, mendatanginya dan mengatakan, "Anda benar sekali. Saya pikir pasangan saya akan memberi semua yang saya butuhkan, tetapi ternyata tidak."

Hal penting yang harus disadari para pengunjung pusat perbelanjaan itu adalah bahwa masalah mereka yang sebenarnya bukanlah pasangan mereka tetapi harapan mereka yang tidak realistis. Mereka menikah dengan memiliki pengharapan bahwa pernikahan akan membuat semua masalah dan kesepian mereka hilang. Tetapi kenyataannya periode kesepian dan rasa terkungkung itu adalah bagian alami dari kehidupan. Hal itu bisa muncul dalam pernikahan yang terbaik, sebagaimana itu juga dapat muncul dalam kehidupan para lajang. Bahkan, sangat mungkin hal itu juga muncul dalam pernikahan yang ideal dan tetap tidak membawa kebahagiaan, karena kebahagiaan tidak pernah ditemukan hanya dalam satu hal saja. Hidup ini lebih rumit daripada itu, dan kebahagiaan sejati hanya bisa ditemukan dalam perpaduan banyak hal berbeda. Jika anak Anda meyakini bahwa mempunyai pacar akan membuat mereka bahagia dalam sekejab (dengan atau tanpa seks), mereka akan sangat terkejut.

Mitos No. 2: Mempunyai pacar membuktikan saya sukses

Seseorang yang Punya Segalanya

http://ahliremaja.blogspot.com/

Kita semua tahu bagaimana mengenali orang sukses. Mobil mengilap mereka, jam Rolex dan pakaian buatan perancang terkenal adalah simbol status, menunjukkan kesuksesan mereka. Tetapi terkadang orang seperti itu bahkan memperluas pemikiran ini sampai dalam hal hubungan relasi. Mereka memilih pasangan yang akan membuat mereka tampil lebih baik - seperti nyonya eksekutif perusahaan besar yang memamerkan pacar prianya lyang masih muda didepan teman aau para rekan kerjanya, atau pimpinan perusahaan berusia separuh baya yang menggandeng wanita muda berambut pirang berpakaian minim dan mahal, yang usianya kurang dari separuh umurnya. "Lihatlah aku, "begitu mungkin kata mereka. "Aku punya semuanya - mobil Porsche, sebuah rumah peristirahatan, dan pasangan yang cantik."

Meskipun mereka tidak menginginkan simbol status yang sama, anak Anda juga mudah untuk terjebak dalam cara berpikir seperti in: "Seandainya aku punya seseorang yang bisa aku ajak jalan, maka aku menjadi orang sukses. Aku akan diperhitungkan. "Jika Anda memikirkannya, tentu saja ini pendapat yang agak konyol.'Sukses' tidak terletak pada hal - hal tersebut, dan sudah pasti itu tidak menjamin kebahagiaan.

Alfred Nobel, penemu kaya raya di abad ke - 19 yang menemukan dinamit, detonator, bubuk mesiu tak berasap dan gelignite (bom berdaya ledak tinggi terbuat dari gel nitroglycerin dan nitrocellulose yang dicampur dalam bubur kayu dan sodium atau potasium nitrat, biasanya digunakan untuk meledakkan batuan) memenuhi standar semua orang tentang sosok orang sukses - standar semua orang, bukan standarnya sendiri. Karena peledaknya semula ia direncanakan untuk digunakan di tambang dan pembangunan jalan, Nobel telah lama merasa gundah melihat bagaiman temuannya diterapkan di bidang militer yang menguntungkan. Tetapi di suatu pagi di tahun 1888 ia sangat terkejut saat membaca berita kematian dirinya sendiri di surat kabar. Seorang wartawan yang ceroboh tanpa sadar telah salah menyamakan dirinya dengan kakaknya yang belum lama meninggal, sehingga Nobel mendapat kesempatan langka untuk mengetahui bagaimana seluruh dunia memandang dirinya, yaitu sebagai seorang pedagang 'kematian' kaya raya yang telah menumpuk kekayaannya dari hasil perdagangan senjata. Melihat kesimpulan dari buah 'sukses'-nya tersebut, Nobel mendapat dorongan yang ia perlukan untuk meyakinkan diri bahwa ia akan diingat secara lebih baik saat berita kematiannya benar - benar ditulis. Ia berencana mengubah surat wasiatnya, agar setelah ia mati, sebagian besar kekayaannya diserahkan untuk mendanai hadiah yang memuat namanya dalam bidang fisika, kimia, kedokteran, sastra dan, tentu saja, perdamaian.

Dengan kata lain, 'sukses', seperti kecantikan, tergantung pada mata yang melihatnya. Bagi banyak orang, kekayaan dan prestasi Nobel adalah simbol kesuksesan yang tidak diragukan lagi, tetapi baginya semua itu adalah pengingat semu akan betapa kosong hidupnya yang sebenarnya. Sama halnya, mempunyai pasangan bukan petunjuk yang baik atas 'kesuksesan' apapun yang layak dicapai. Sebagian orang paling 'sukses' didunia juga pernah menjadi orang - orang yang paling tidak bahagia. Elvis Presley sangat kaya raya, terkenal di seluruh dunia dan menikah dengan seorang wanita cantik. Tetapi ia, juga, mati karena over dosis, kegemukan dan putus asa, dalam umur yang baru empat puluh dua tahun.

Mitos No. 1: Mempunyai pacar membuktikan saya menarik

Diperkirakan, seperti kita lihat sebelumnya, sekitar 80 persen remaja tidak suka dengan penampilan mereka. Hidung mereka terlalu besar, gigi mereka tidak rapi, telinga mereka melebar keluar, warna rambut yang salah, mereka terlalu gemuk, atau pantat mereka bentuknya salah, atau buah dada mereka terlalu besar, atau terlalu kecil, atau perut mereka buncit, atau kaki mereka terlalu gemuk, atau terlalu pendek, atau terlalu kurus, atau jenggot mereka tidak tumbuh, atau berhenti tumbuh, atau ... Anda tahu maksud saya.

http://ahliremaja.blogspot.com/

Tetapi dengan siapa mereka membandingkan diri mereka? Kenyataannya, tidak banyak dari kita dilahirkan seperti supermodel. Demikian pula tidak ada alasan mengapa kita harus menjadi seperti itu. Seperti pernah dikatakan oleh Anita Roddick, hanya ada delapan supermodel. Demikian pula tidak ada alasan mengapa kita harus menjadi seperti itu. Seperti pernah dikatakan oleh Anita Roddick, hanya ada delapan supermodel di dunia ini, dan hampir tiga miliar wanita biasa lainnya. Tetapi karena televisi dan majalah - majalah dipenuhi dengan wanita - wanita cantik, bertubuh sempurna, bernilai 10 dan pria - pria berotot, berkulit cokelat, tampan, maka kita cenderung terjebak untuk menganggap inilah idealnya - kita seharusnya seperti itu. Para remaja, dan bahkan pra - remaja, tidak kebal terhadap citra - citra itu atau sense yang menyertainya. "Seandainya aku punya pacar, " kata mereka dalam hati, "barulah aku bisa tahu kalau diriku menarik. Dan jika aku menarik, aku akan bahagia." Tetapi penting menyadari tiga hal berikut:

1. Para supermodel tidak benar - benar seperti foto mereka.
Tanpa dua jam sesi tat rias, pencahayaan yang baik, baju - baju mahal, penata rambut yang ahli, lokasi eksotis, pelatih pribadi dan juru foto profesional - belum termasuk 287 kali pemotretan hanya untuk mengambil satu foto layak cetak (dan seringkali masih dipoles lagi untuk menghilangkan beberapa 'cacat') - bahkan supermodel sekalipun tampak ... biasa. Mereka yang bekerja di industri mode tahu mereka sedang menjual fantasi, tetapi seringkali kita memercayainya sebagai kenyataan.

2. Orang - orang yang kita anggap sangat menarik ternyata sering tidak bahagia dengan penampilan mereka.
Mungkin kita menganggap bintang film dan bintang pop menarik, tetapi mereka tidak selalu setuju. Bahkan, sebagian mereka menghabiskan banyak uang mencoba meningkatkan penampilan mereka melalui diet, pakaian dan bahkan operasi, yang memicu pembicaraan di tabloid mengenai berapa banyak dari mereka yang sekarang terbuat dari plastik.

3. Penampilan menarik tidak menjamin kebahagiaan.
Tampak seperti seorang supermodel tidak menjamin Anda akan lebih bahagia, atau lebih sukses dalam hubungan, dibanding orang lain. Diana, Sang Princess of Wales, seluruh dunia mengakuinya cantik, tetapi pernikahannya tetap gagal dan beberapa penulis terus mendapat banyak uang menjual kisah sedih hidupnya. Kehidupan beberapa bintang film juga sama tragisnya: pada tahun 1950-an, Elizabeth Taylor adalah salah satu wanita tercantik didunia, meski begitu ia telah berulang kali menikah lebih banyak dari yang kita bayangkan. Dan Marlyn Monroe, salah satu wanita paling menarik yang pernah ada, dengan deretan kekasihnya termasuk Presiden Amerika Serikat John Kennedy, meninggal dalam kesepian dan ketakutan, bercerai dengan suami ketiganya, bunuh diri dengan minum terlalu banyak obat tidur. Diumur 36 tahun, ia tidak sanggup lagi menjalani hidupnya.


Jadi pendapat bahwa mempunyai pacar berarti kita 'menarik', dan 'menarik' serta merta membawa kebahagiaan, jelas - jelas salah. Kenyataannya, menjadi 'menarik' bukan hanlya mengenai penampilan kita tetapi mengenai keseluruhan diri kita - pikiran - pikiran, minat, perilaku kita ... bahkan, semua yang membuat kita menjadi diri kita! Sementara, penampilan menarik juga lebih merupakan pendapat pribadi daripada fakta objektif. Kecantikan, kata mereka, tergantung pada mata yang melihatnya.

Siapa yang Akan Mencintaimu Setelah Kau Tua dan Jelek?

Mitos No. 1: "Mempunyai pacar membuktikan saya menarik."
http://ahliremaja.blogspot.com/
Mitos No. 2: "Mempunyai pacar membuktikan saya sukses."
Mitos No. 3: "Mempunyai pasangan akan membuatku bahagia."

Muda, Bebas, dan Lajang: Bagaimana Jika Anak Anda Belum Mempunyai Pacar

BAGAIMANA jika anak Anda belum mempunyai pacar? Apakah ini perlu dikhawatirkan ? Apakah mereka aneh? Jawaban sederhana dari pertanyaan itu adalah tidak.

http://ahliremaja.blogspot.com/

Majalah wanita dan pria dipenuhi artikel mengenal bagaimana mendapat pacar; bagaimana membuat diri Anda menarik; bagaimana membuat diri Anda di sayangi; apa yang harus dilakukan bersama pasangan setelah Anda mendapatkannya; bagaimana memuaskan mereka ditempat tidur; dan apa yang paling diinginkan mereka dalam hal seks. Secara tak langsung itu membangun anggapan, paling tidak sepanjang yang dilihat anak Anda, bahwa tujuan kehiduplan adalah mendapatkan (dan bahkan mlungkin mempertahankan) seorang pasangan. Tidak mempunyai pacar lebih dari sekadar buruk bagi citra mereka - bagi seorang remaja ini bisa seperti dosa tak terampuni.

Jika anak Anda telah cukup umur dan tidak berhasil menjalin hubungan dengna anak laki - laki atau perempuan pilihan mereka, mungkin mereka akan mulai mereasa rendah diri. Lagi pula, 'pria sejati' tidak kesulitan mendapatkan seorang pria. Paling tidak , itulah yang dianjurkan oleh iklan - iklan dan program - program acara remaja. Bagi anak Anda, mempunyai pacar tampaknya bisa menjadi 'bukti' bahwa mereka menarik atau berhasil. Ini semacam simbol status, seolah tidak mempunyai pasangan membuktikan bahwa Anda payah. Pasti Anda lemah, atau jelek, atau kedua - duanya.

Menghadapi tekanan seperti itu, anak Anda mungkin akan tergoda untuk ' memulai dengan' lawan jenis pertama yang ada, yang tidak berwajah seperti Swamp Thing. Lagi pula, mereka tidak ingin menjadi pecundang, dan mempunyai pacar - siapapun itu - adalah seperti sebuah tiket kilat menuju sukses.

Tetapi benarkah kita perlu mempunyai hubungan dengan seseorang untuk menjadi manusia yang lengkap? Tentu tidak! Tetapi meski Anda tahu jawabannya, bahkan mungkin dari pengalaman pribadi, anak Anda mungkin perlu lebih diyakinkan. Jadi, jauh sebelum hal itu menjadi masalah bagi mereka - dan mereka mulai curiga bahwa maksud Anda memberi tahu mereka mengenai nikmatnya menjadi lajang adalah sekadar untuk menghibur mereka yang tidak bisa mendapat pacar - penting sekali bagi Anda untuk meluangkan waktu melihat beberapa mitos aneh yang melingkupi seks, percumbuan, dan kehidupan lajang.

Yang Terpenting dari yang Paling Penting

Batasan yang disepakati mempunyai satu lagi manfaat: batasan - batasan itu akan mendorong anak Anda untuk menelusuri lebih banyak hal dalam sebuah hubungan daripada sekadar tubuh pacar mereka. Pada awalnya mungkin terdengar aneh, tetapi dalam kontekss membangun hubungan yang utuh dan awet , keindahan fisik mungkin adalah hal yang kurang penting! Tentu saja, penampilan fisik adalah yang membuat kita tertarik pada seseorang, tetapi jika tidak segera memunculkan hal lain, maka hubungan seerti itu akan gagal. Penampilan fisik saja tidak akan cukup. Sebagai buktinya, banyak pria yang istrinya sangat cantik tapi masih saja berselingkuh, bahkan meski kekasih gelapnya itu tidak lebih cantik dibandingkan istri mereka.

http://ahliremaja.blogspot.com/

Suatu hubungan yang awet selalu dan harus didasari oleh lebih dari sekadar ketertarikan fisik. Sudah banyak diketahui bahwa kondisi ketika listrik padam adalah puncak aktivitas seksual, karena dengan matinya televisi para pasangan akan lupa bagaimana cara berbicara satu sama lain, dan tidak ada lagi kegiatan untuk dinikmati bersama selain seks. Semua hubungan dimulai dengan ketertarikan fisik, tetapi jika mereka memulai hanya dengan itu, hubungan mereka pasti akan gagal dengan cepat. Setelah beberapa hari atau minggu mengagumi atau bahkan berhubungan seks, pasangan seperti itu akan merasakan bahwa mereka sebenarnya tidak mempunyai apa - apa untuk mereka bicarakan bersama.

Jadi, doronglah anak Anda dan pacarnya untuk mengembangkan hal - hal yang dapat mereka nikmati bersama, membangun persahabatan menyeluruh. Jika mereka hanya menghabiskan waktu mereka mengunci didi di kamar sambil bermesraan, sangat mungkin mereka sedang menabur benih - benih bencana. Orang - orang yang tampan dan cantik tetapi kurang pandai, dibalik penampilan rupawan dan fisik mereka yang atletis, ada waktunya pesona mereka itu akan memudar, karena seberapa pun rupawan penampilan luar seseorang, yang benar-benar menarik bagi orang lain adalah yang ada didalam diri mereka. Dengan kata lain, organ seksual anak Anda yang terpenting bukanlah hidung mereka, mata, buah dada, pantat, penis atau vagina mereka. Tapi, yang terpenting adalah otak mereka.Doronglah mereka untuk menggunakannya.