Kata tidak pernah itu bisa berarti sangat lama, dan tidak mungkin anak Anda memahami sepenuhnya pemikiran bahwa mereka tidak akan bertemu seseorang yang layak sampai mereka berumur dua puluh atau tiga puluhan. Memasuki usia tujuh belas atau delapan belas tahun dan belum mempunyai pacar pasti akan terasa seperti ditinggalkan di dalam laci sebagai barang yang tidak diinginkan. Anak Anda mungkin akan mulai membayangkan semua yang 'salah' dalam dirinya saat mereka terus berkembang sebagai remaja tanap pernah mencium satu orang. Sebagai ibu atau ayah mereka, tugas Anda adalah meyakinkan mereka kembali bahwa tidak ada yang salah pada diri mereka, lalu meyakinkan mereka agar tidak lantas berkencan dengan sembarang orang hanya agar mereka bisa berkata pernah berpacaran dengan seseorang.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Laurence Olivier, actor terkenal, pernah mengaku dalam sebuah wawancara bahwa ia tidak selalu memilih film berdasarkan 'nilai seninya' - terkadang juga karena bayaran yang ditawarkan terlalu menggoda untuk ditolak, meski filmnya jelek sekali. Setelah melihat ke belakang, ia mempertanyakan keputusannya itu, karena karya hebatnya di satu atau dua filmnya bisa terancam tergeser oleh acting buruknya meski hanya sedikit saja. Sama halnya, akan baik juga jika anak Anda bersikap pemilih dengan siapa mereka berpacaran, dan tidak mengencani Malaikat Maut hanya karena tidak punya kencan di malam minggu. Lebih baik meluangkan waktu bersama banyak teman, mengembangkan minat bakat, daripada berkencan dengan seseorang yagn tidak Anda sukai hanya karena tampaknya tidak ada calon lain.
Iklan Pilihan
Showing posts with label jodoh pasangan hidup. Show all posts
Showing posts with label jodoh pasangan hidup. Show all posts
Thursday, July 10, 2008
Bagaimana Aku Tahu Kalau Dia Adalah Pilihan yang Tepat ?
Ini bukan pertanyaan mudah. Sebagian besar dari kita, dari lubuk hati kita yang terdalam, ingin seperti kisah dalam dongeng. Kita ingin menemukan seseorang yang membuat jantung kita berdebar lebih kencang, yang mencintai kita apa adanya tanpa syarat, dan bersamanya kita menjalani hidup kita. Kita juga, jika mau jujur, ingin mereka berwajah sangat cantik atau tampan. Tetapi ini paket yang terlalu menuntut, dan tidak ada jaminan bagi kita untuk bisa mendapatkannya secara kilat atau malah tidak bisa kita dapatkan sama sekali. Lebih jauh lagi, paket itu berubah saat umur kita bertambah, karena kita pun berubah. Itulah mengapa jenis pasngan yang ktia cari saat berusia empat belas tahun sangat berbeda dengan saat kita empat puluh tahun. Oleh karena hal itu jugalah sebagian pasangan berpisah: jika Anda tidak berusaha memastikan bahwa Anda berdua berkembang bersama - sama, maka Anda akan berpisah.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Dengan kata lain, kualitas utama dari calon pasangan yang perlu anak Anda temukan bukanlah ciuman yang hebat atau sensualitas yang menggairahkan, melainkan cinta, dukungan dan 'menyatukan perbedaan'. Mereka tidak perlu mencari seseorang yang tepat sama dengan mereka, atau sebaliknya memercayai 'sifat berlawanan itu menarik'. Yang penting adalah bahwa pacar mereka, dan bersamanya mereka bisa menjadi diri 'mereka sendiri'. Perbedaan mereka haruslah menjadi sesuau yang saling melengkapai, dan persamaan mereka harus bisa membantu mereka untuk saling mendukung dan menguatkan.
Anak Anda kemungkinan paling tidak akan mempunyai satu atau dua hubungan sebelum mereka menemukan orang yang menurut mereka adalah orang yang tepat. Ini tidak selalu buruk, dan mereka tidak perlu menjalani setiap hubungan sambil berpikir, "Inilah orangnya!" Bahkan, harapan yang terlalu besar bisa menghentikan mereka menghargai pacar mereka apa adanya. Tidak semua hubungan bisa abadi, dan hanya sedikit saja hubungan yang dimulai sejak remaja bisa menjadi abadi. Karena itulah makin penting bagi anak Anda untuk berhati - hati mempertimbangkan mengenai seberapa jauh mereka ingin melangkah dalam hal seks dengan pacarnya yang sekarang. Mereka tidak bisa mendapat roti dan langsung memakannya. Semakin sulit pula bagi mereka menciptakan kehidupan seks dengan pasangan impian mereka (saat mereka akhirnya menemukannya) sebagai sesuatu yang intim, khususnya, pribadi dan eksklusif.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Dengan kata lain, kualitas utama dari calon pasangan yang perlu anak Anda temukan bukanlah ciuman yang hebat atau sensualitas yang menggairahkan, melainkan cinta, dukungan dan 'menyatukan perbedaan'. Mereka tidak perlu mencari seseorang yang tepat sama dengan mereka, atau sebaliknya memercayai 'sifat berlawanan itu menarik'. Yang penting adalah bahwa pacar mereka, dan bersamanya mereka bisa menjadi diri 'mereka sendiri'. Perbedaan mereka haruslah menjadi sesuau yang saling melengkapai, dan persamaan mereka harus bisa membantu mereka untuk saling mendukung dan menguatkan.
Anak Anda kemungkinan paling tidak akan mempunyai satu atau dua hubungan sebelum mereka menemukan orang yang menurut mereka adalah orang yang tepat. Ini tidak selalu buruk, dan mereka tidak perlu menjalani setiap hubungan sambil berpikir, "Inilah orangnya!" Bahkan, harapan yang terlalu besar bisa menghentikan mereka menghargai pacar mereka apa adanya. Tidak semua hubungan bisa abadi, dan hanya sedikit saja hubungan yang dimulai sejak remaja bisa menjadi abadi. Karena itulah makin penting bagi anak Anda untuk berhati - hati mempertimbangkan mengenai seberapa jauh mereka ingin melangkah dalam hal seks dengan pacarnya yang sekarang. Mereka tidak bisa mendapat roti dan langsung memakannya. Semakin sulit pula bagi mereka menciptakan kehidupan seks dengan pasangan impian mereka (saat mereka akhirnya menemukannya) sebagai sesuatu yang intim, khususnya, pribadi dan eksklusif.
Subscribe to:
Posts (Atom)