Sejauh melibatkan AIDS, tentu saja, tidak ada obatnya, jadi yang terpenting adalah mencegahnya. Sebagaimana ada dua cara juga untuk mencegah diri Anda mengidap 'HIV positif':
selalu gunakan kondom atau jangan pernah berhubungan seks dengan siapapun yang mungkin terjangkit virus. Tetapi, tentu saja, sangaa sulit mengetahui siapa telah tidur dengan
siapa. Orang seringkali berbohong mengenai kecelakaan dimasa lalunya, jadi sangat sulit mengetahui siapa yang terjangkit virus tersebut, khususnya karena virus itu mungkin baru
menampakkkan diri setelah bertahun -tahun.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Bukti -bukti sejauh ini menunjukkan tingkat kegagalan kondom dalam mencegah penyebaran AIDS sama dengan tingkat kegagalannya mencegah kehamilan. Jadi satu - satunya cara ampuh
agar tidak tertular AIDS adalah dengan berhubungan seks dengan pasangan yang hanya berhubungan seks dengan Anda (dan hanya pernah dengan Anda saja). Seperti yang dianjurkan
WHO,"Cara paling efektif untuk mencegah penularan HIV adalah tidak melakukan hubungan seks, atau pasangan yang keduanya tidak terinfeksi tetap saling setia satu sama lain. Atau
jika tidak, risiko penyebaran HIV bisa dikurangi secara signifikan melalui penggunaan kondom".
Tetapi mengetahui bahwa tidak ada alat kontrasepsi yang bisa memberikan perlindungan 100 persen bagi kita untuk mencegah kehamiilan dan AIDS hanyalah sebagian cerita saja.
Kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual bukan satu -satunya akibat negatif yang bisa terjadi karena hubungan seks dengan orang yang salah aatau pada waktu
yang slaah. Kita sangat mudah lupa bahwa tidak alat kontrasepsi yang bisa memberikan perlindungan sedikitpun terhadap banyak akibat emosionla dan non - fisik dari seks. Alat
kontrasepsi mungkin saja membuat seks lebih aman ... tetapi benar - benar aman? Tentu tidak!
Iklan Pilihan
Showing posts with label kontrasepsi. Show all posts
Showing posts with label kontrasepsi. Show all posts
Thursday, July 10, 2008
Minum Terus Obatnya
Ada sepuluh alat kontrasepsi yang paling umum dikenal. Masing - masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri, meskipun harus diakui beberapa jauh lebih efektif dari yang lain. Dibawah ini hitungan mundur kesepuluh alat kontrasepsi itu berdasarkan tingkat keefektifannya.
http://ahliremaja.blogspot.com/
10. Cepat -Cepat Mundur.
Menarik penis keluar saat berhubungan seks, sebelum ejakulasi, lebih dikenal dalam bahasa Latin 'coitus interruptus' (makna harfiahnya, 'seks yang terganggu'). Konon pada abad Pertengahan, saat perzinaan secara luas dianggap sebagai dosa berat, orang -orang kaya menyuruh para pelayan mereka mengganggu mereka saat sedang berhubungan seks dengan gundik mereka, karena mereka percya jika mereka tidak ejakulasi maka tidak akan terjadi apa - apa. Namun, cara ini sama sekali tidak bermanfaat sebagai metode pencegahan kehamilan .. dibuktikan dengan beberapa anak haram mereka. Meskipun sperma yang keluar selama hubungan seks tidak akan memasuki rahim jika si pria mundur sebelum berakhir, tingkat kegagalannya masih antara 20-25 persen. Ini bukan hanya disebabkan oleh ketepatan waktu yang sulit dicapai. Tetapi juga karena cairan berisi semprotkan penis sebelum pria mencapai orgasme saja sudah cukup membuat seorang wanita hamil.
9. Spons.
Spons yang lembut ini, terisi spermisida (unsure yang bisa membunuh spermatozoa), berfungsi seperti diafragma dalam versi yang kurang efektif, dengan tingkat kegagalan antara 10 sampai 25 persen. Seperti halnya diafragma, alat ini memotong spontanitas ketika hubungan hendak dilakukan karena harus lebih dulu dimasukkan ke dalam vagina sebelum hubungan dilakukan.
8. Diafragma.
Pembalut karet, yang berbentuk seperti helm tua Perang Dunia Pertama ini, dimasukkan ke dalam vagina, pada leher rahim, dan digunakan bersama spermisida. Alat ini diperkirakan mempunyai tingkat kegagalan antara 4 sampai 18 persen.
7. Metode Alami.
Memperhitungkan hari, sekaligus mencatat suhu tubuh dan tanda - tanda lain yang menunjukkan wanita sedang di puncak kesuburannya, dan menghindari seks disaat -saat tersebut. Metode ini sangat unik karena menjadi satu - satunya metode ini pencegahan kehamilan yang disahkan dan disetujui oleh Gereja Katolik Roma. Meskipun begitu metode ini masih gagal 2 sampai 20 persen.
6. Kondom.
Kondom adalah sarung karet tipis yang melapisi penis (kondom laki - laki) atau vagina (kondom wanita) seperti sarung tangan karet yang tipis dan transparan, yang menang karet yang tipis dan transparan, yang menampung sperma sebelum sempat memasuki rahim. Ini adalah satu - satu nya jenis kontrasepsi yang dapat melindungi kita dari infeksi HIV. Kondom terdiri dari beragam warna, ukuran (kondom kecil sering kali dijual dengan sebutan 'baju ketat' atau 'baju pas'), ketebalan dan bahkan kondom dengan rasa untuk dipakai dalam seks oral! Tetapi meskipun 98 persen efektif jika digunakan oleh orang dewasa FPA memperkirakan saat digunakan oleh orang remaja tingkat kegagalannya bisa mencapai 15 persen.
5. Pil
Sebenarnya ada dua tipe dasar pil pencegahan kehamilan, dan beberapa subjenis yang berbeda. Cerita - cerita menakutkan mengenai hubungannyadengan kanker belum terbukti kuat, tetapi meskipun pil ini diperkirakan mempunyai tingkat kegagalan tidak lebih dari 1 persen jika digunakan dengan hati-hati, para wanita harus ingat untuk meminumnya secara teratur. Terlambat satu hari saja bisa mengacaukan perlindungan sebulan penuh.
4. Suntikan.
Pencegahan kehamilan semi - permanen untuk wanita. Ini adalah hormon yang dimasukkan dengan perlahan, baik untuk dua tau tiga bulan - tetapi tidak untuk orang yang tidak tahan mual! Tingkat kegagalannya sekitar 1 persen.
3. Susuk.
Hampir mirip dengan suntikan. Metode susuk adalah penanaman hormon yang dimasukkan dengan perlahan ke tubuh wanita, disisipkan di bawah kulit lengan atas oleh seorang dokter dan berfungsi selama lima tahun, sekali lagi dengan tingkat kesuksesan sekitar 99 persen.
2. Intra-Uterin Device (IUD) atau Spiral.
Spiral adalah suatu alat berbentuk huruf T dari plastik dan tembaga yang dimasukkan ke dalam rahim selama lima tahun. IUD bekerja dengan menghentikan telur - telur yang dibuahi agar tidak bisa tertanam dan tumbuh di lapisan rahim. Alat ini terkadang menyebabkan luka gores pada pada leher rahim, tetapi mempu nyai tingkat kegagaln n normal sekitar 1 persen.
1. Pertahanan Terakhir.
Karena metode ini melibatkan operasi , maka tidak cocok untuk yang mempunyai jantung lemah atau yang ragu-ragu, dan sudah pasti bukan untuk remaja1 Pada wanits, leher rahim yang menghubungkan ovarium ke rahim dipotong atau ditutup. Hal ini disebut 'sterilisasi wanita' atau 'tubal ligation'. Pada pria, vas defens (saluran pembawa sperma) yang menghubungkan testis ke penis dipotong. Ini dikenal dengan 'vasektomi '. Operasi ini bersifat permanen, meskipun operasi pemulihan masih bisa dilakukan pada wanita. Tingkat kegagalannya sekitar 0,1 persen.
Sebagai tambahan, ada pil yang disebut 'pil darurat', yang bisa digunakan sampai tiga hari setelah hubungan seks untuk mencegah telur yang telah dibuahi menempelkan diri di dinding rahim. Efektivitas pil ini kira - kira 96 persen, tetapi para dokter prihatin karena sebagian wanita menggunakannya sebagai pilihan alternatif selain alat kontrasepsi reguler. Mereka sangat tidak yakin kalau pil ini aman, karena dirancang hanya untuk penggunaaan darurat, dan belum melewati uji mendalam untuk penggunaan secara reguler.
Tentu saja, alat kontrasepsi dirancang untuk mencegah kehamilan. Kecuali kondom, yang memang dirancang khusus untuk mencegah penyebaran PMS, tidak ada satupun dari alat tersebut yang memberi perlindungan melawan HIV dan AIDS. Dan tidak ada, termasuk kondom, yang 100 persen afektif. Alat kontrasepsi mungkin bisa membantu menciptakan hubungan seks 'yang lebih aman', tetapi, seperti dijelaskan oleh WHO, tidak akan bisa membuatnya sepenuhnya 'aman'. Bahkan, satu - satunya metode yang telah dicoba dan diuji, yang terjamin aman mencegah kehamilan adalah : jangan berhubungan seks!
http://ahliremaja.blogspot.com/
10. Cepat -Cepat Mundur.
Menarik penis keluar saat berhubungan seks, sebelum ejakulasi, lebih dikenal dalam bahasa Latin 'coitus interruptus' (makna harfiahnya, 'seks yang terganggu'). Konon pada abad Pertengahan, saat perzinaan secara luas dianggap sebagai dosa berat, orang -orang kaya menyuruh para pelayan mereka mengganggu mereka saat sedang berhubungan seks dengan gundik mereka, karena mereka percya jika mereka tidak ejakulasi maka tidak akan terjadi apa - apa. Namun, cara ini sama sekali tidak bermanfaat sebagai metode pencegahan kehamilan .. dibuktikan dengan beberapa anak haram mereka. Meskipun sperma yang keluar selama hubungan seks tidak akan memasuki rahim jika si pria mundur sebelum berakhir, tingkat kegagalannya masih antara 20-25 persen. Ini bukan hanya disebabkan oleh ketepatan waktu yang sulit dicapai. Tetapi juga karena cairan berisi semprotkan penis sebelum pria mencapai orgasme saja sudah cukup membuat seorang wanita hamil.
9. Spons.
Spons yang lembut ini, terisi spermisida (unsure yang bisa membunuh spermatozoa), berfungsi seperti diafragma dalam versi yang kurang efektif, dengan tingkat kegagalan antara 10 sampai 25 persen. Seperti halnya diafragma, alat ini memotong spontanitas ketika hubungan hendak dilakukan karena harus lebih dulu dimasukkan ke dalam vagina sebelum hubungan dilakukan.
8. Diafragma.
Pembalut karet, yang berbentuk seperti helm tua Perang Dunia Pertama ini, dimasukkan ke dalam vagina, pada leher rahim, dan digunakan bersama spermisida. Alat ini diperkirakan mempunyai tingkat kegagalan antara 4 sampai 18 persen.
7. Metode Alami.
Memperhitungkan hari, sekaligus mencatat suhu tubuh dan tanda - tanda lain yang menunjukkan wanita sedang di puncak kesuburannya, dan menghindari seks disaat -saat tersebut. Metode ini sangat unik karena menjadi satu - satunya metode ini pencegahan kehamilan yang disahkan dan disetujui oleh Gereja Katolik Roma. Meskipun begitu metode ini masih gagal 2 sampai 20 persen.
6. Kondom.
Kondom adalah sarung karet tipis yang melapisi penis (kondom laki - laki) atau vagina (kondom wanita) seperti sarung tangan karet yang tipis dan transparan, yang menang karet yang tipis dan transparan, yang menampung sperma sebelum sempat memasuki rahim. Ini adalah satu - satu nya jenis kontrasepsi yang dapat melindungi kita dari infeksi HIV. Kondom terdiri dari beragam warna, ukuran (kondom kecil sering kali dijual dengan sebutan 'baju ketat' atau 'baju pas'), ketebalan dan bahkan kondom dengan rasa untuk dipakai dalam seks oral! Tetapi meskipun 98 persen efektif jika digunakan oleh orang dewasa FPA memperkirakan saat digunakan oleh orang remaja tingkat kegagalannya bisa mencapai 15 persen.
5. Pil
Sebenarnya ada dua tipe dasar pil pencegahan kehamilan, dan beberapa subjenis yang berbeda. Cerita - cerita menakutkan mengenai hubungannyadengan kanker belum terbukti kuat, tetapi meskipun pil ini diperkirakan mempunyai tingkat kegagalan tidak lebih dari 1 persen jika digunakan dengan hati-hati, para wanita harus ingat untuk meminumnya secara teratur. Terlambat satu hari saja bisa mengacaukan perlindungan sebulan penuh.
4. Suntikan.
Pencegahan kehamilan semi - permanen untuk wanita. Ini adalah hormon yang dimasukkan dengan perlahan, baik untuk dua tau tiga bulan - tetapi tidak untuk orang yang tidak tahan mual! Tingkat kegagalannya sekitar 1 persen.
3. Susuk.
Hampir mirip dengan suntikan. Metode susuk adalah penanaman hormon yang dimasukkan dengan perlahan ke tubuh wanita, disisipkan di bawah kulit lengan atas oleh seorang dokter dan berfungsi selama lima tahun, sekali lagi dengan tingkat kesuksesan sekitar 99 persen.
2. Intra-Uterin Device (IUD) atau Spiral.
Spiral adalah suatu alat berbentuk huruf T dari plastik dan tembaga yang dimasukkan ke dalam rahim selama lima tahun. IUD bekerja dengan menghentikan telur - telur yang dibuahi agar tidak bisa tertanam dan tumbuh di lapisan rahim. Alat ini terkadang menyebabkan luka gores pada pada leher rahim, tetapi mempu nyai tingkat kegagaln n normal sekitar 1 persen.
1. Pertahanan Terakhir.
Karena metode ini melibatkan operasi , maka tidak cocok untuk yang mempunyai jantung lemah atau yang ragu-ragu, dan sudah pasti bukan untuk remaja1 Pada wanits, leher rahim yang menghubungkan ovarium ke rahim dipotong atau ditutup. Hal ini disebut 'sterilisasi wanita' atau 'tubal ligation'. Pada pria, vas defens (saluran pembawa sperma) yang menghubungkan testis ke penis dipotong. Ini dikenal dengan 'vasektomi '. Operasi ini bersifat permanen, meskipun operasi pemulihan masih bisa dilakukan pada wanita. Tingkat kegagalannya sekitar 0,1 persen.
Sebagai tambahan, ada pil yang disebut 'pil darurat', yang bisa digunakan sampai tiga hari setelah hubungan seks untuk mencegah telur yang telah dibuahi menempelkan diri di dinding rahim. Efektivitas pil ini kira - kira 96 persen, tetapi para dokter prihatin karena sebagian wanita menggunakannya sebagai pilihan alternatif selain alat kontrasepsi reguler. Mereka sangat tidak yakin kalau pil ini aman, karena dirancang hanya untuk penggunaaan darurat, dan belum melewati uji mendalam untuk penggunaan secara reguler.
Tentu saja, alat kontrasepsi dirancang untuk mencegah kehamilan. Kecuali kondom, yang memang dirancang khusus untuk mencegah penyebaran PMS, tidak ada satupun dari alat tersebut yang memberi perlindungan melawan HIV dan AIDS. Dan tidak ada, termasuk kondom, yang 100 persen afektif. Alat kontrasepsi mungkin bisa membantu menciptakan hubungan seks 'yang lebih aman', tetapi, seperti dijelaskan oleh WHO, tidak akan bisa membuatnya sepenuhnya 'aman'. Bahkan, satu - satunya metode yang telah dicoba dan diuji, yang terjamin aman mencegah kehamilan adalah : jangan berhubungan seks!
Harus Dua Orang, Sayang
Hamil, tentu, pengaruhnya tidak hanya untuk para remaja perempuan. Jadi bagaimana dengan si ayah ? Meskipun tidak bisa hamil, banyak pria muda terguncang karena tahu mereka telah membuat orang lain hamil. Sebagian merasa senang, yang lainnya sangat ngeri. Sebagian menyangkalnya dan berbuat seolah -olah itu tidak pernah terjadi, atau kalau tidak menuduh bahwa ayah bayi itu orang lain. Yang lain bertanggung jawab atas perbuatannya.
Tiga puluh tahun yang lalu, jika anak laki -laki menghamili seorang anak perempuan, ia diharapkan 'melakukan yang benar' dan menikahinya. Di Inggris, ini biasa disebut pernikahan 'senapan', karena dibayangkan anak laki -laki itu sedikit enggan sehingga ayah si anak perempuan akan menggiringnya menuju pelaminan sambil membawa senapan di pundaknya, membuat itu menjadi 'tawaran yang tidak bisa ditolak'!. Kini, semuanya makin kurang jalas. Anak laki - laki yang menghamili pacarnya diluar 'ikatan perkawinan suci' tidak mempunyai pengaruh jelas pada apa yang akan terjadi selanjutnya, dan peran mereka sangat jauh dari jelas. Pilihan -pilihan mereka, atau pilihan -pilihan yang dijatuhkan kepada mereka bisa meliputi, misalnya;
* Pengeluaran total
* Aksses berkala terhadap anaknya
* Mencari kerja untuk biaya perawatan anaknya
* Tinggal bersama orang tua anak perempuan
* Menikah
Hal ini bisa menjadi masa - masa penuh trauma dan kebingungan, dan hanya sedikit ayah remaja yang merasa siap memikul tanggung jawab berat dalam hidup berkeluarga.
Sekali lagi, itulah mengapa Anda harus mulai berbicara dengan anak Anda sekarang, sebelum berisiko terlambat. Khususnya kepada anak yang termasuk dalam cakupan usia minimum, anak perempuan seringkali enggan mengangkat masalah alat kontrasepsi - yang biasanya berarti kondom - selama pertemuan yang penuh nafsu, dan anak - anak laki - laki sering buru - buru menolak saat anjuran itu dinyatakan. Terlebih lagi, mereka cenderung ragu membawa kondom, karena mungkin akan dituduh sebagai 'pelacur'. Jadi bicaralah dengan serius pada mereka mengenai pentingnya tanggung jawab atas pilihan - pilihan seksual mereka, sekaligus memberi semua informasi yang mereka perlukan mengenai kondom dan alat kontrasepsi.
Tiga puluh tahun yang lalu, jika anak laki -laki menghamili seorang anak perempuan, ia diharapkan 'melakukan yang benar' dan menikahinya. Di Inggris, ini biasa disebut pernikahan 'senapan', karena dibayangkan anak laki -laki itu sedikit enggan sehingga ayah si anak perempuan akan menggiringnya menuju pelaminan sambil membawa senapan di pundaknya, membuat itu menjadi 'tawaran yang tidak bisa ditolak'!. Kini, semuanya makin kurang jalas. Anak laki - laki yang menghamili pacarnya diluar 'ikatan perkawinan suci' tidak mempunyai pengaruh jelas pada apa yang akan terjadi selanjutnya, dan peran mereka sangat jauh dari jelas. Pilihan -pilihan mereka, atau pilihan -pilihan yang dijatuhkan kepada mereka bisa meliputi, misalnya;
* Pengeluaran total
* Aksses berkala terhadap anaknya
* Mencari kerja untuk biaya perawatan anaknya
* Tinggal bersama orang tua anak perempuan
* Menikah
Hal ini bisa menjadi masa - masa penuh trauma dan kebingungan, dan hanya sedikit ayah remaja yang merasa siap memikul tanggung jawab berat dalam hidup berkeluarga.
Sekali lagi, itulah mengapa Anda harus mulai berbicara dengan anak Anda sekarang, sebelum berisiko terlambat. Khususnya kepada anak yang termasuk dalam cakupan usia minimum, anak perempuan seringkali enggan mengangkat masalah alat kontrasepsi - yang biasanya berarti kondom - selama pertemuan yang penuh nafsu, dan anak - anak laki - laki sering buru - buru menolak saat anjuran itu dinyatakan. Terlebih lagi, mereka cenderung ragu membawa kondom, karena mungkin akan dituduh sebagai 'pelacur'. Jadi bicaralah dengan serius pada mereka mengenai pentingnya tanggung jawab atas pilihan - pilihan seksual mereka, sekaligus memberi semua informasi yang mereka perlukan mengenai kondom dan alat kontrasepsi.
Salahkan Bandarnya
Meskipun begitu, bukan hanya ketidaktahuan terhadap kebenaran fakta saja yang bisa mengakibatkan kehamilan yang tidak disengaja atu tidak diinginkan. Sejumlah kecil remaja yang benar -benar tahu mengenai potensi bahaya dari kehamilan atau penyakit menular seksual tetap sangat berisiko karena, meskipun mereka tahu itu bisa terjadi, mereka tidak percaya itu akan terjadi pada diri mereka.
Kita jarang bisa memperkirakan sesuatu yang kemungkinan terjadinya kecil saja. Kemungkinan seseorang di Inggris disambar petir, misalnya adalah sepuluh juta berbanding satu. Jadi tidak begitu mengejutkan jika jarang ada masyarakat Inggris yang merasa harus bersusah payah melindungi diri dari ancaman tersambar petir saat keluar rumah di pagi hari. Kita tidak pernah berpikir bahwa hal itu akan menimpa kita, dan kita benar - itu hanya terjadi pada lima atau enam orang dalam setahun. Sebaliknya, kemungkinan seorang remaja perempuan berusia antara lima belas dan sembilan belas tahun di Inggris untuk hamil tanpa dikehendaki hanya tujuh belas berbanding satu. Ini berarti setiap tahun, sekitar enam dari seratus remaja perempuan diusia tersebut mengalami kehamilan yang tak diinginkan!
Beberapa wanita, tentu saja, bisa berusaha hamil selama bertahun - tahun dan tidak pernah berhasil. Pada akhirnya, sebagian memilih kehamilan buatan seperti in-vitro fertilization (IVF), sebuah metode yang terkenal disebut 'bayi tabung'. Sebagian kecil bahkan memilih menggunakan teknik yang disebut 'artificial inseminati on by donor (AID), yang berarti sel telur mereka atau sperma pasangan mereka dibuahi menggunakan sperma pasangan mereka dibuahi menggunakan sperma atau sel telur yang didonorkan oleh pihak ketiga tanpa identitas sebelum dimasukkan ke dalam rahim untuk tumbuh secara normal. Tetapi banyak wanita lain bisa hamil bahkan tanpa berusaha dan bahkan saat mereka berusaha untuk tidak hamil.
Sama halnya, beberapa pria lebih subur dibandingkan yang lain. Menjadi lebih subur tidak membuat mereka 'lebih jantan', dan kurang subur juga tidak membuat mereka kurang jantan. Memang begitulah keadaannya. Banyak alas an mengapa sebagian orang lebih atau kurang subur dibandingkan yang lainnya, meskipun hanya sedikit dari kondisi tersebut yang permanen.
Istri saya, Cornelia, dan saya mempunyai empat anak, dan meskipun semuanya diinginkan, tidak satupun yang benar - benar direncanakan. Masing - masing lahir sebagia sebuah kejutan yang menyenangkan. Pada kenyataannya, pekerjaan menuntut saya banyak melakukan perjalanan jauh dari rumah sampai Corni bercanda jika kami hanya mencobanya empat kali ... dengan tingkat keberhasilan 100 persen ! Tetapi jika hal seperti itu bisa terjadi pada pasangan suami istri usia 20-an, yang mestinya sudah tahu bagaimana menggunakan alat kontrasepsi, bayangkan apa yang akan terjadi pada dua remaja yang sedang mencoba-coba melangkah di jalan tol seks yang bebas hambatan. Kenyataannya, kurang dari setengah remaja perempuan menggunakan salah satu jenis alat kontrasepsi saat mereka pertama kali berhubungan seks. Akibatnya, setengah dari semua kehamilan pertama terjadi sekitar enam bulan setelah seorang remaja perempuan kehilangan keperawanannya.
Kita jarang bisa memperkirakan sesuatu yang kemungkinan terjadinya kecil saja. Kemungkinan seseorang di Inggris disambar petir, misalnya adalah sepuluh juta berbanding satu. Jadi tidak begitu mengejutkan jika jarang ada masyarakat Inggris yang merasa harus bersusah payah melindungi diri dari ancaman tersambar petir saat keluar rumah di pagi hari. Kita tidak pernah berpikir bahwa hal itu akan menimpa kita, dan kita benar - itu hanya terjadi pada lima atau enam orang dalam setahun. Sebaliknya, kemungkinan seorang remaja perempuan berusia antara lima belas dan sembilan belas tahun di Inggris untuk hamil tanpa dikehendaki hanya tujuh belas berbanding satu. Ini berarti setiap tahun, sekitar enam dari seratus remaja perempuan diusia tersebut mengalami kehamilan yang tak diinginkan!
Beberapa wanita, tentu saja, bisa berusaha hamil selama bertahun - tahun dan tidak pernah berhasil. Pada akhirnya, sebagian memilih kehamilan buatan seperti in-vitro fertilization (IVF), sebuah metode yang terkenal disebut 'bayi tabung'. Sebagian kecil bahkan memilih menggunakan teknik yang disebut 'artificial inseminati on by donor (AID), yang berarti sel telur mereka atau sperma pasangan mereka dibuahi menggunakan sperma pasangan mereka dibuahi menggunakan sperma atau sel telur yang didonorkan oleh pihak ketiga tanpa identitas sebelum dimasukkan ke dalam rahim untuk tumbuh secara normal. Tetapi banyak wanita lain bisa hamil bahkan tanpa berusaha dan bahkan saat mereka berusaha untuk tidak hamil.
Sama halnya, beberapa pria lebih subur dibandingkan yang lain. Menjadi lebih subur tidak membuat mereka 'lebih jantan', dan kurang subur juga tidak membuat mereka kurang jantan. Memang begitulah keadaannya. Banyak alas an mengapa sebagian orang lebih atau kurang subur dibandingkan yang lainnya, meskipun hanya sedikit dari kondisi tersebut yang permanen.
Istri saya, Cornelia, dan saya mempunyai empat anak, dan meskipun semuanya diinginkan, tidak satupun yang benar - benar direncanakan. Masing - masing lahir sebagia sebuah kejutan yang menyenangkan. Pada kenyataannya, pekerjaan menuntut saya banyak melakukan perjalanan jauh dari rumah sampai Corni bercanda jika kami hanya mencobanya empat kali ... dengan tingkat keberhasilan 100 persen ! Tetapi jika hal seperti itu bisa terjadi pada pasangan suami istri usia 20-an, yang mestinya sudah tahu bagaimana menggunakan alat kontrasepsi, bayangkan apa yang akan terjadi pada dua remaja yang sedang mencoba-coba melangkah di jalan tol seks yang bebas hambatan. Kenyataannya, kurang dari setengah remaja perempuan menggunakan salah satu jenis alat kontrasepsi saat mereka pertama kali berhubungan seks. Akibatnya, setengah dari semua kehamilan pertama terjadi sekitar enam bulan setelah seorang remaja perempuan kehilangan keperawanannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)