Iklan Pilihan

Showing posts with label kehamilan. Show all posts
Showing posts with label kehamilan. Show all posts

Thursday, July 10, 2008

Apakah Berhubungan Sekali Saja Bisa Langsung Hamil ?

Menurut data statistic, kategori pengemudi yang paling rawan kecelakaan di Inggris bukanlah para warga lanjut usia yang kebingungan karena kaca mata tebalnya berbulan -bulan belum dibersihkan, tetapi mereka adalah anak - anak muda yang baru satu atau dua tahun lulus ujian mengemudi. Gabungan dari terlalu percaya diri pada kemampuannya sendiri, pengalaman yang terlalu sedikit mengenai hal - hal bodoh yang bisa dilakukan pengemudi lain serta pengetahuan yang kurang mengenai rambu - rambu lalu lintas seringkali terbukti sangat mematikan. Sama halnya, gabungan dari keyakinan berlebihan para ank muda bahwa 'itu tidak akan terjadi padaku', ketidak tahuan mereka akan resiko dan akibat tindakan mereka, kegagalan mengambil tindakan pencegahan yang semestinya, kurangnya pengalaman menggunakan alat kontrasepsi secara efektif dan ketidak dewasaan emosional mereka secara bersama - sama bisa membawa akibat fatal.

http://ahliremaja.blogspot.com/

Anak Anda perlu mengetahui kebenaran tentang alat kontrasepsi dan resiko tertular penyakit menular seksual (PMS). Demi keamanan mereka, mereka harus empunyai pengetahuan dan penguasaan diri. Jadi, dengan tenang ajaklah mereka duduk bersama lalu jelaskan bermacam bentuk alat kontrasepsi. Tentu ini akan memalukan, terutama bagi mereka dan bukan Anda. Tetapi sangat penting bagi Anda membantu anak memahami potensial kesenangan dan jebakan dari seks. Seks bisa terasa indah, tapi terkadang bisa mematikan. Dan bagi 8.000 anak di bawah enam belas tahun, setiap tahun seks bisa membuat mereka menjadi "ibu secara kilat" tanpa pernah membayangkannya. Jadi pastikan anak laki - laki atau perempuan Anda memahami resiko kehamilan atau tertular PMS dalam hubungan seks yang pertama dan seterusnya. Pastikan juga mereka tahu mengenai semua alat pencegah kehamilan, termasuk yang disebut Woody Allen sebagai 'alat kontrasepsi oral' terhebat, yaitu kata "tidak".

Harus Dua Orang, Sayang

Hamil, tentu, pengaruhnya tidak hanya untuk para remaja perempuan. Jadi bagaimana dengan si ayah ? Meskipun tidak bisa hamil, banyak pria muda terguncang karena tahu mereka telah membuat orang lain hamil. Sebagian merasa senang, yang lainnya sangat ngeri. Sebagian menyangkalnya dan berbuat seolah -olah itu tidak pernah terjadi, atau kalau tidak menuduh bahwa ayah bayi itu orang lain. Yang lain bertanggung jawab atas perbuatannya.

Tiga puluh tahun yang lalu, jika anak laki -laki menghamili seorang anak perempuan, ia diharapkan 'melakukan yang benar' dan menikahinya. Di Inggris, ini biasa disebut pernikahan 'senapan', karena dibayangkan anak laki -laki itu sedikit enggan sehingga ayah si anak perempuan akan menggiringnya menuju pelaminan sambil membawa senapan di pundaknya, membuat itu menjadi 'tawaran yang tidak bisa ditolak'!. Kini, semuanya makin kurang jalas. Anak laki - laki yang menghamili pacarnya diluar 'ikatan perkawinan suci' tidak mempunyai pengaruh jelas pada apa yang akan terjadi selanjutnya, dan peran mereka sangat jauh dari jelas. Pilihan -pilihan mereka, atau pilihan -pilihan yang dijatuhkan kepada mereka bisa meliputi, misalnya;

* Pengeluaran total
* Aksses berkala terhadap anaknya
* Mencari kerja untuk biaya perawatan anaknya
* Tinggal bersama orang tua anak perempuan
* Menikah

Hal ini bisa menjadi masa - masa penuh trauma dan kebingungan, dan hanya sedikit ayah remaja yang merasa siap memikul tanggung jawab berat dalam hidup berkeluarga.

Sekali lagi, itulah mengapa Anda harus mulai berbicara dengan anak Anda sekarang, sebelum berisiko terlambat. Khususnya kepada anak yang termasuk dalam cakupan usia minimum, anak perempuan seringkali enggan mengangkat masalah alat kontrasepsi - yang biasanya berarti kondom - selama pertemuan yang penuh nafsu, dan anak - anak laki - laki sering buru - buru menolak saat anjuran itu dinyatakan. Terlebih lagi, mereka cenderung ragu membawa kondom, karena mungkin akan dituduh sebagai 'pelacur'. Jadi bicaralah dengan serius pada mereka mengenai pentingnya tanggung jawab atas pilihan - pilihan seksual mereka, sekaligus memberi semua informasi yang mereka perlukan mengenai kondom dan alat kontrasepsi.

Pilihan MENYESUAIKAN DIRI jika terjadi hamil tak diinginkan

Mempertahankan sang bayi, bagaimanapun juga, bukan pilihan yang lebih mudah. Kehamilan mungkin adalah pengalaman yang indah, tetapi juga bisa menyakitkan dan tidak mengenakkan. Pada kenyataannya, kehamilan tidak hanya berbeda untuk masing - masing ibu, tetapi juga berbeda untuk ibu yang sama dengan anak yang berbeda. Sebagian kehamilan dianggap relatif tidak bermasalah dan menimbulkan trauma dibandingkan yang lainnya.

Mual dipagi hari, sakit punggung, nyidam, kaki bengkak, tidur harus selalu telentang, selalu ingin ke belakang (meski baru saja ke belakang), harus memakai pakaian dengan ukuran yang tidak menarik .... Wanita hamil menanggung sebagian atau semua hal itu dalam berbagai tingkatan. Dengan dukungan secara emosional dan finansial yang cukup dari orang tua dan teman - teman Anda, kehamilan mungkin akan terasa indah. Tetapi jika tidak ada orang yang mengerti keinginan Anda yang tiba - tiba dengan menggebu - gebu ingin sebuah pizza cokelat yang gosong, hidup ini bisa terasa berat. Ditambah lagi, membesarkan seorang anak itu mahal . Meskipun ada dukungan emosional, dan anggota keluarga atau teman -teman telah siap membantu untuk hal -hal praktis, namun menjadi seorang ibu atau ayah saat keadaan keuangan menipis bisa sangat menyulitkan.

Seberapa pun senangnya mereka atas keputusan mengasuh sendiri bayi tersebut, ibu yang masih remaja seringkali menyesali hilangnya kebebasan dan kehidlupan sosial mereka. Seolah tanggung jawab mengasuh bayi telah merenggut mereka dari masa muda yang hanya datang sekali seumur hidup, meski sebenarnya mereka tetap diperbolehkan menjadi muda. Seluruh hidup mereka berputar disekitar anak kecil yang baru bisa makan, tidur, menangis, mengubah popok yang semula baik menjadi sesuatu yang bentuk dan aromanya seperti zat radioaktif , serta membangunkan mereka ditengah malam ... setiap malam !

Pilihan ADOPSI jika terjadi hamil tak diinginkan

Sebagian besar remaja perempuan memutuskan tidak mau menggugurkan kandungn mereka. Mereka merasa ingin, atau harus, menjalaninya sampai saat kelahiran. Meskipun begitu, sebagian dari mereka memilih memberikan bayinya untuk diadopsi setelah dilahirkan. Sebagian melakukannya karena mereka tidak sanggup memelihara bayinya; sebagian tidak ingin pendidikannya pendidikannya terbengkalai; sebagian merasa tidak siap menjadi ibu secara penuh; dan sebagian lagi yakin bahwa orang lain lebih siap dan mampu memberikan cinta dan dukungan yang menurut mereka diperlukan anaknya.

Adopsi bukan keputusan yang mudah, dengan alas an apapun. Menyerahkan bayi yang telah Anda asuh dalam kandungan selama sembilan bulan bisa sangat mengiris-iris hati, terlepas apakah sebelumnyaAnda memang menginginkannya atau tidak. Bahkan, sebagian wanita muda akhirnya merasa tidak mampu membiarkan proses adopsi itu terjadi dan memilih untuk memelihara sendiri bayinya. Mereka yang benar - benar menjalaninya bisa didera kesedihan atau penyesalan mendalam selama bertahun - tahun sesudahnya.

Bukan hanya si ibu saja yang akan menanggung dampak dari keputusan besar itu. Sebesar apapun cinta orang tua ankat mereka, sebagian besar anak adopsi selalu dihantui pertanyaan- pertanyaan: "Mengapa ibuku menyerahkan aku?" "Apa itu salahku?" "Apa ada yang salah dengan diriku?" Sebagian mulai mencari orang tua kandung mereka sesaat setelah secara hukum mereka dinyatakan bisa melakukannya, pada umur delapan belas tahun. (orang tua kandung secara hukum dilarang menghubungi anak - anak mereka lebih dulu) Biasanya mereka mempunyai satu pertanyaan di benak mereka: "Mengapa kau menyerahkanku untuk diadopsi?" Bagi sebagian anak - anak, hanya ada pertanyaan tidak lebih. Sedangkan yang lainnya diikuti oleh perasaan tidak utuh, dan seberapa pun tidak masuk akalnya perasaan itu, namun rasa itu tidak mau hilang.

Pilihan ABORSI jika terjadi hamil tak diinginkan

Ribuan aborsi terjadi setiap tahunnya. Lebih dari sepertiga dari semua wanita yang hamil di usia lima belas hingga sembilan belas tahun, dan setengah dari semua remaja yang hamil di usia tiga belas hingga lima belas tahun, mengakhiri kehamilan mereka dengan aborsi. Dalam istilah kedokteran, hal ini disebut 'pengguguran'. Ini merupakan keputusan yang sangat besar. Seperti semua operasi lainnya, aborsi juga mempunyai risiko dan bisa menimbulkan akibat jangka panjang, termasuk perasaan kehilangan, rasa bersalah dan penyesalan mendalam, selain juga efek samping bersifat fisik seperti pendarahan bagian dalam atau bahkan, terkadang pasien menjadi tidak bisa hamil lagi.

Aborsi tetap menjadi isu perdebatan yang panas. Beberapa orang meyakini bahwa aborsi secara moral tidak benar, sementara yang lain bersikeras bahwa aborsi adalah hak mendasar seorang wanita untuk memilih melahirkan atau tidak anaknya. Tetapi pada kenyataannya, sebagian besar wanita yang memilih aborsi melakukan hal itu karena mereka merasa tidak mempunyai pilihan lain. Mereka merasa bahwa hanya itu yang bisa mereka lakukan. Mungkin mereka atau keluarga mereka tidak sanggup membiayai anak tersebut. Mungkin mereka tidak siap secara emosional dan kurang mendapat dukungan terutama dari keluarga dan para sahabat yang mereka sadar sangat mereka perlukan. Sejujurnya, alas an tuntuk aborsi sama banyaknya dengan jumlah mereka yang melakukannya, tetapi hampir semunya mempunyai satu kesamaan: jika mereka tidak mendapat jalan keluar yang realistis, maka mereka akan melakukannya.

Anda perlu menjelaskan fakta ini kepada anak Anda secara jelas dan hati - hati, membiarkan hal tersebut mempengaruhi pilihan - pilihan awal yang mereka buat mengenai apakah mereka akan berhubungan seks dan dalam situasi seperti apa itu dilakukan, karena aborsi sebenarnya bukan sebuah pilihan, melainkan tanda bahwa Anda tak punya pilihan lagi.

Bayi, Bayi...

Tidak ada akibat dari seks yang lebih besar dari terciptanya seorang manusia - entah kehamilan itu direncanakan atau tidak. Khususnya saat seseorang hamil tanpa pernah diberi pengetahuan yang benar mengenai apa yang akan terjadi terhadap anak itu sesudahnya. Beberapa pemikiran serius harus dilakukan, karena akan ada persimpangan besar pada tindakan apapun yang diambil seorang anak perempuan jika ia menyadari dirinya hamil tanpa diingini. Jadi entah anak Anda putra atau putrid, waktu paling tepat bagi mereka untuk memulai proses berpikir tersebut adalah sekarang, bahkan sebelum hal itu direncanakan.

Bagi mereka yang mengalami kehamilan tak diinginkan, pada dasarnya hanya ada tiga pilihan: menggugurkan, diadopsi, atau merawat anak itu.

Jelas sekali, dari ketiga pilihan tersebut tidak satupun yang ideal. Tetapi itulah pentingnya Anda mengajari putra atau putrid Anda fakta - fakta mengenai kehamilan dan alat kontrasepsi jauh sebelum salah satu pilihan tersebut harus dipilih. Seperti peribahasa mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati!

Salahkan Bandarnya

Meskipun begitu, bukan hanya ketidaktahuan terhadap kebenaran fakta saja yang bisa mengakibatkan kehamilan yang tidak disengaja atu tidak diinginkan. Sejumlah kecil remaja yang benar -benar tahu mengenai potensi bahaya dari kehamilan atau penyakit menular seksual tetap sangat berisiko karena, meskipun mereka tahu itu bisa terjadi, mereka tidak percaya itu akan terjadi pada diri mereka.

Kita jarang bisa memperkirakan sesuatu yang kemungkinan terjadinya kecil saja. Kemungkinan seseorang di Inggris disambar petir, misalnya adalah sepuluh juta berbanding satu. Jadi tidak begitu mengejutkan jika jarang ada masyarakat Inggris yang merasa harus bersusah payah melindungi diri dari ancaman tersambar petir saat keluar rumah di pagi hari. Kita tidak pernah berpikir bahwa hal itu akan menimpa kita, dan kita benar - itu hanya terjadi pada lima atau enam orang dalam setahun. Sebaliknya, kemungkinan seorang remaja perempuan berusia antara lima belas dan sembilan belas tahun di Inggris untuk hamil tanpa dikehendaki hanya tujuh belas berbanding satu. Ini berarti setiap tahun, sekitar enam dari seratus remaja perempuan diusia tersebut mengalami kehamilan yang tak diinginkan!

Beberapa wanita, tentu saja, bisa berusaha hamil selama bertahun - tahun dan tidak pernah berhasil. Pada akhirnya, sebagian memilih kehamilan buatan seperti in-vitro fertilization (IVF), sebuah metode yang terkenal disebut 'bayi tabung'. Sebagian kecil bahkan memilih menggunakan teknik yang disebut 'artificial inseminati on by donor (AID), yang berarti sel telur mereka atau sperma pasangan mereka dibuahi menggunakan sperma pasangan mereka dibuahi menggunakan sperma atau sel telur yang didonorkan oleh pihak ketiga tanpa identitas sebelum dimasukkan ke dalam rahim untuk tumbuh secara normal. Tetapi banyak wanita lain bisa hamil bahkan tanpa berusaha dan bahkan saat mereka berusaha untuk tidak hamil.

Sama halnya, beberapa pria lebih subur dibandingkan yang lain. Menjadi lebih subur tidak membuat mereka 'lebih jantan', dan kurang subur juga tidak membuat mereka kurang jantan. Memang begitulah keadaannya. Banyak alas an mengapa sebagian orang lebih atau kurang subur dibandingkan yang lainnya, meskipun hanya sedikit dari kondisi tersebut yang permanen.

Istri saya, Cornelia, dan saya mempunyai empat anak, dan meskipun semuanya diinginkan, tidak satupun yang benar - benar direncanakan. Masing - masing lahir sebagia sebuah kejutan yang menyenangkan. Pada kenyataannya, pekerjaan menuntut saya banyak melakukan perjalanan jauh dari rumah sampai Corni bercanda jika kami hanya mencobanya empat kali ... dengan tingkat keberhasilan 100 persen ! Tetapi jika hal seperti itu bisa terjadi pada pasangan suami istri usia 20-an, yang mestinya sudah tahu bagaimana menggunakan alat kontrasepsi, bayangkan apa yang akan terjadi pada dua remaja yang sedang mencoba-coba melangkah di jalan tol seks yang bebas hambatan. Kenyataannya, kurang dari setengah remaja perempuan menggunakan salah satu jenis alat kontrasepsi saat mereka pertama kali berhubungan seks. Akibatnya, setengah dari semua kehamilan pertama terjadi sekitar enam bulan setelah seorang remaja perempuan kehilangan keperawanannya.

Perjalanan di Alam Bebas

Kita tidak perlu susah - susah mencari hal apa saja yang membuat seks terkadang membawa berbagai akibat yang sangat merusak. Ada beberapa bahaya yang sangat besar. Pertama, dan yang paling jelas, adalah risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

Setiap tahun di Inggris, sekitar 8.000 remaja di bawah enam belas tahun hidupnya berantakan karena hamil. Sebagian melakukan dengan sengaja: mereka ingin ada seseorang yang memerlukan atau mencintai mereka tanpa syarat, dan berharap seorang bayi akan menghadirkan orang itu. Mereka mungkin juga sedang mencari suatu rasa kewanitaan atau kebebasan. Atau mungkin pula mereka sangat ingin mempunyai bayi sampai- sampai tidak mau menunggu lebih lama. Bagaimanapun juga, sebagian besar, kehamilan itu terjadi tanpa dikehendaki. Family Planning Association (FPA) memperkirakan satu dari lima belas remaja perempuan antara lima belas dan sembilan belas tahun yang hamil, 90 persen karena kecelakaan.

Sebagian besar kehamilan yang tidak dikehendaki terjadi karena mereka tidak mempunyai pengetahuan cukup atau kurang persiapan, jadi sangat penting Anda dengan fakta sebenarnya tentang alat kontrasepsi dan kehamilan. Anda akan terkejut menemui begitu banyak mitos, kebenaran yang setengah -setengah, dongeng orang -orang tua dan kebohongan yang sangat jelas dan masih beredar dikalangan remaja. Kinsey Institute - Institut penelitian mengenai seks, gender dan reprosduksi yang sudah terkenal di Amerika - setiap tahun dibanjiri oleh surat dari para remaja yang sangat ingin tahu kebenaran atas suatu hal yang berhubungan dengan seksualitas, tetapi terlalu malu untuk membicarakannya dengan orang tua atau guru mereka. Pertanyaan -pertanyaan yang paling sering mereka ajukan di antaranya adalah:

* Apakah saya bisa hamil saat pertama kali berhubungan seks?
* Apakah saya bisa hamil selama datang bulan ?
* Apakah saya bisa hamil jika berhubungan seks sambil berdiri ?
* Apakah saya bisa hamil jika pacar saya mencabut penis sebelum sperma keluar ?'
* Apakah saya bisa hamil jika berhubungan seks di dalam air ?

Tentu saja, jawaban dari semua pertanyaan itu adalah ya. Tetapi bahwa mereka tergoda untuk berharap jawaban dari satu atau dua pertanyaan itu adalah tidak. Oleh karena itu, sebagi seorang ayah atau ibu, Anda mempunyai tugas serius dalam mematahkan mitos - mitos itu.