Satu aspek terakhir masturbasi yang perlu diingat adalah segi mental. Masturbasi biasanya memerlukan unsur fantasi seksual. Sensasi fisik saja jarang membawa seseorang mencapai klimaks, yang secara umum adalah tujuan masturbasi. Bahkan lebih jarang lagi ada seseorang yang menemukan rangsangan erotik hanya dengan melihat daftar jadwal perjalanan kereta api atau dari buku telepon. Meskipun sebagaian orang berpendapat pornografi 'hanya untuk sedikit bersenang - senang', hal itu sebenarnya merendahkan para pria maupun wanita. Tentu saja, tidak semua gambar telanjang atau adegan seks di film dan buku - buku adalah pornograsfi. Seperti ditulis di awal, banyak karya seni besar menampilkan klasik tidak bersikap malu - malu jika menyangkut seks. Bahkan Alkitab memuat cukup banyak hubungan seks hingga bisa membuat Anda tersipu -sipu! Perbedaan mendasar antara ketelanjangan atau seksualitas eksplisit dengan pornografi adalah pornografi hanya menekankan pada seks. Pornografi tidak tertarik pada orang-orang yang berhubungan seks atau kisah saat mereka melakukannya. Dalam karya seni dan literatur, seks memerankan satu bagian; dalam pornografi, keseluruhannya hanya tentang seks saja. Cerita, film dan gambar - gambar porno tidak berminat pada karakter, konteks, kasih sayang atau percakapan. Tujuan dari semua itu memang bukan untuk memenangkan hadiah Pulitzer - tujuan satu - satunya adalah untuk membangkitkan gairah Anda!
http://ahliremaja.blogspot.com/
Pornografi merendahkan orang -orang dengan mengubah mereka menjadi objek seks dan bukan sebagai manusia. Saat seorang pria berdiri dengan lidah terjulur, memelototi gambar satu halaman penuh seorang model telanjang yang ' menggoda', apapun yang membuat pria itu terkesan, Anda bisa memastikan bahwa itu bukan kepribadian model itu yaang sebenarnya! Pornografi bekerja dengan cara membangkitkan dorongan seks orang, baik itu melalui kata - kata tertulis atau gambar. Kaum wanita cenderung lebih terangsang oleh suasana dan imajinasi, yang lebih mudah dibangkitkan oleh selembar teks daripada foto - foto. Kaum pria, dilain pihak, cenderung lebih bereaksi terhadap rangsangan visual yang nyata - makin nyata makin baik.
Bahayanya adalah semua itu mendorong kita untuk menganggap orang lain sebagai objek seksual - keberadaan mereka hanya untuk membantu kita mencapai orgasme - bukan sebagai seorang manusia seutuhnya. Pornografi membuat seks menjadi barang dagangan, mendorong kita untuk menganggap diri sebagai konsumen seksual ketimbang pihak yang berperan. Yang menjadi lebih penting bagi kita bukan kebutuhan dan hasrat orang lain, tetapi bagaimana hasrat kita terpenuhi - untuk mendapatkan yang kita inginkan.
Fantasi, tertentu saja, tidak hanya tidak terelakkan; bahkan fantasi itu sehat. Kita semua berfantasi, dan kehidupan seks kita tidak terlepas dari proses ini. Dari penerbit Mills & Boon sampai Milton dan Byron, seluruh dunia literatur bergantung pada kemampuan kita untuk menempatkan diri di posisi orang lain dan menjalani hidup yang berbeda selama beberapa jam. Masalah muncul saat fantasi kita mencegah kita menikmati kenyataan yang sebenarnya, apa yang kita alami dan siapa diri kita. Bahkan saat berhubungan seks dengan pasangan yang kita cintai dan kita anggap menarik, kita tetap bisa mendapati diri kita lebih bergairah pada sesuatu - atau seseorang - yang lain.
Dengan kata lain, meskipun keterlibatan sensasi fisiknya mungkin serupa, tetapi masturbasi dan seks yang baik sebenarnya berlawanan. Masturbasi adalah proyek tunggal, dikerjakan demi kepuasan Anda; sedangkan seks adalah usaha bersama, yang bertujuan memberi kesenangan pada pasangan Anda. Masturbasi terpusat pada diri sendiri sedang seks terpusat pada pasanga. Masturbasi mungkin baik bagi jantung jika dilihat dari segi ilmu kardiovaskular, tetapi menjadi sebuah kegagalan jika menyangkut masalah cinta sejati.
Iklan Pilihan
Showing posts with label masturbasi. Show all posts
Showing posts with label masturbasi. Show all posts
Thursday, July 10, 2008
Ampunilah Aku, Tuhan, Karena Aku Telah Berdosa ...
Tentu saja, hanya karena tidak mengakibatkan masalah - masalah medis di kemudian hari tidak berarti secra otomatis hal itu benar. Dengan kata lain, hanya karena anak Anda kini tidak perlu memakai kacamata baru dari dokter atau memakai sarung tangan saat berada ditempat umum, tidak berarti mereka perlu mengunci diri di kamar bersama sekotak tisu ukuran besar dan berjuang sekuat tenaga untuk memecahkan rekor dunia! Masturbasi bukanlah masalah medis, tetapi ada tiga masalah moral dan emosional penting yang harus mereka perhatikan.
http://ahliremaja.blogspot.com/
1. Rasa bersalah.
Suka atau tidak, masturbasi adalah aktivitas yang menimbulkan rasa bersalah, dan masyarakat memperkuat rasa bersalah itu melalu i pesan yang dikirimkan pada anak - anak mengenai benar dan (lebih sering) salahnya tindakan itu. Sudah sejak lama, masyarakat mengutuk keras masturbasi sebagai sebuah ' dosa besar'. Sekarang. Kita cenderung untuk sedapat mungkin menghindari menyebutnya. Tetapi 'konspirasi bisa' ini bertambah dengan penggunaan istilah seperti ' wanker' (tukang masturbasi) untuk mengejek orang, yang sebenarnya makin memperkuat rasa bersalah yang dirasakan sebagian besar anak muda mengenai masturbasi.
2. Obsesi.
Sebagian remaja - khususnya anak laki-laki - mencurigai bahwa perilaku mereka berdekatan dengan obsesi. Mereka khawatir kebiasaan mereka itu menjadi kecanduan serius. Tetapi kenyataannya, meskipun masturbasi jelas membentuk kebiasaan - dorongan kuat yang dapat dengan mudah dipuaskan bisa membentuk satu kebiasaan - sangat jarang masturbasi menjadi bentuk kecanduan yang sebenarnya. Kecanduan akan memperbudak atau mengendalikan Anda dan cenderung di srtai gejala penurunan fisik dan emosi. Tentu saja, mengetahui bahwa ' kebiasaan buruk' Anda tidak termasuk dalam kecanduan secara teknis tidak serta merta membuat Anda lega - lagipula, Anda masih melakukan kebiasaan itu. Jika Anda mencoba menghentikannya, resep tradisional mandi air dingin bukanlah jawabannya - itu hanya akan membuat Anda hipotermia! Satu - satunya cara yang berhasil adalah pengaliha: kegiatan lain yang dapat menyibukkan tubuh dan pikiran. Energi seksual bisa dialihakan: jika tidak digunakan untuk masturbasi,energi ini bisa digunakan untuk sesuatu yang lain mulai lari marathon sampai membuat selai jeruk!
3. Ketidak puasan.
Seks adalah tentang komunikasi. Idealnya, seks adalah tentang menyatukan diri Anda dengan seseorang yang Anda cintai dan percayai. Seks adalah tentang pasangan Anda, bukan seks itu sendiri. Sebaliknya, masturbasi adalah seks dengan diri sendiri - tanpa hubungan, komunikasi atau keintiman dengan orang lain. Intinya, masturbasi bukan ' kenyataan'. Hal tersebut adalah tindakan dua arah yang dilakukan oleh satu pohak saja. Itulah mengapa biasanya, setelah hasrat menggebu itu mencapai klimaks, dengan cepat ia pun segera lenyap. Alih - alih mencapai kepuasan menyenangkan, yang didapat justru kesadaran bahwa Anda hanya sendiri. Rasa bersalah dan kegembiraan berubah menjadi kesepian dan kebosanan. Akan berbahaya jika rasa tidak puas ini mendorong anak Anda mencari sensasi yang lebih besar - dan lebih memuaskan - melalui hubungan seks yang sebenarnya. Bukannya hubungan seks itu salah. Hanya saja, bosan melakukan masturbasi bukanlah alasan bagus untuk melakukannya.
http://ahliremaja.blogspot.com/
1. Rasa bersalah.
Suka atau tidak, masturbasi adalah aktivitas yang menimbulkan rasa bersalah, dan masyarakat memperkuat rasa bersalah itu melalu i pesan yang dikirimkan pada anak - anak mengenai benar dan (lebih sering) salahnya tindakan itu. Sudah sejak lama, masyarakat mengutuk keras masturbasi sebagai sebuah ' dosa besar'. Sekarang. Kita cenderung untuk sedapat mungkin menghindari menyebutnya. Tetapi 'konspirasi bisa' ini bertambah dengan penggunaan istilah seperti ' wanker' (tukang masturbasi) untuk mengejek orang, yang sebenarnya makin memperkuat rasa bersalah yang dirasakan sebagian besar anak muda mengenai masturbasi.
2. Obsesi.
Sebagian remaja - khususnya anak laki-laki - mencurigai bahwa perilaku mereka berdekatan dengan obsesi. Mereka khawatir kebiasaan mereka itu menjadi kecanduan serius. Tetapi kenyataannya, meskipun masturbasi jelas membentuk kebiasaan - dorongan kuat yang dapat dengan mudah dipuaskan bisa membentuk satu kebiasaan - sangat jarang masturbasi menjadi bentuk kecanduan yang sebenarnya. Kecanduan akan memperbudak atau mengendalikan Anda dan cenderung di srtai gejala penurunan fisik dan emosi. Tentu saja, mengetahui bahwa ' kebiasaan buruk' Anda tidak termasuk dalam kecanduan secara teknis tidak serta merta membuat Anda lega - lagipula, Anda masih melakukan kebiasaan itu. Jika Anda mencoba menghentikannya, resep tradisional mandi air dingin bukanlah jawabannya - itu hanya akan membuat Anda hipotermia! Satu - satunya cara yang berhasil adalah pengaliha: kegiatan lain yang dapat menyibukkan tubuh dan pikiran. Energi seksual bisa dialihakan: jika tidak digunakan untuk masturbasi,energi ini bisa digunakan untuk sesuatu yang lain mulai lari marathon sampai membuat selai jeruk!
3. Ketidak puasan.
Seks adalah tentang komunikasi. Idealnya, seks adalah tentang menyatukan diri Anda dengan seseorang yang Anda cintai dan percayai. Seks adalah tentang pasangan Anda, bukan seks itu sendiri. Sebaliknya, masturbasi adalah seks dengan diri sendiri - tanpa hubungan, komunikasi atau keintiman dengan orang lain. Intinya, masturbasi bukan ' kenyataan'. Hal tersebut adalah tindakan dua arah yang dilakukan oleh satu pohak saja. Itulah mengapa biasanya, setelah hasrat menggebu itu mencapai klimaks, dengan cepat ia pun segera lenyap. Alih - alih mencapai kepuasan menyenangkan, yang didapat justru kesadaran bahwa Anda hanya sendiri. Rasa bersalah dan kegembiraan berubah menjadi kesepian dan kebosanan. Akan berbahaya jika rasa tidak puas ini mendorong anak Anda mencari sensasi yang lebih besar - dan lebih memuaskan - melalui hubungan seks yang sebenarnya. Bukannya hubungan seks itu salah. Hanya saja, bosan melakukan masturbasi bukanlah alasan bagus untuk melakukannya.
Ampunilah Aku, Tuhan, Karena Aku Telah Berdosa ...
Tentu saja, hanya karena tidak mengakibatkan masalah - masalah medis di kemudian hari tidak berarti secra otomatis hal itu benar. Dengan kata lain, hanya karena anak Anda kini tidak perlu memakai kacamata baru dari dokter atau memakai sarung tangan saat berada ditempat umum, tidak berarti mereka perlu mengunci diri di kamar bersama sekotak tisu ukuran besar dan berjuang sekuat tenaga untuk memecahkan rekor dunia! Masturbasi bukanlah masalah medis, tetapi ada tiga masalah moral dan emosional penting yang harus mereka perhatikan.
http://ahliremaja.blogspot.com/
1. Rasa bersalah.
Suka atau tidak, masturbasi adalah aktivitas yang menimbulkan rasa bersalah, dan masyarakat memperkuat rasa bersalah itu melalu i pesan yang dikirimkan pada anak - anak mengenai benar dan (lebih sering) salahnya tindakan itu. Sudah sejak lama, masyarakat mengutuk keras masturbasi sebagai sebuah ' dosa besar'. Sekarang. Kita cenderung untuk sedapat mungkin menghindari menyebutnya. Tetapi 'konspirasi bisa' ini bertambah dengan penggunaan istilah seperti ' wanker' (tukang masturbasi) untuk mengejek orang, yang sebenarnya makin memperkuat rasa bersalah yang dirasakan sebagian besar anak muda mengenai masturbasi.
2. Obsesi.
Sebagian remaja - khususnya anak laki-laki - mencurigai bahwa perilaku mereka berdekatan dengan obsesi. Mereka khawatir kebiasaan mereka itu menjadi kecanduan serius. Tetapi kenyataannya, meskipun masturbasi jelas membentuk kebiasaan - dorongan kuat yang dapat dengan mudah dipuaskan bisa membentuk satu kebiasaan - sangat jarang masturbasi menjadi bentuk kecanduan yang sebenarnya. Kecanduan akan memperbudak atau mengendalikan Anda dan cenderung di srtai gejala penurunan fisik dan emosi. Tentu saja, mengetahui bahwa ' kebiasaan buruk' Anda tidak termasuk dalam kecanduan secara teknis tidak serta merta membuat Anda lega - lagipula, Anda masih melakukan kebiasaan itu. Jika Anda mencoba menghentikannya, resep tradisional mandi air dingin bukanlah jawabannya - itu hanya akan membuat Anda hipotermia! Satu - satunya cara yang berhasil adalah pengaliha: kegiatan lain yang dapat menyibukkan tubuh dan pikiran. Energi seksual bisa dialihakan: jika tidak digunakan untuk masturbasi,energi ini bisa digunakan untuk sesuatu yang lain mulai lari marathon sampai membuat selai jeruk!
3. Ketidak puasan.
Seks adalah tentang komunikasi. Idealnya, seks adalah tentang menyatukan diri Anda dengan seseorang yang Anda cintai dan percayai. Seks adalah tentang pasangan Anda, bukan seks itu sendiri. Sebaliknya, masturbasi adalah seks dengan diri sendiri - tanpa hubungan, komunikasi atau keintiman dengan orang lain. Intinya, masturbasi bukan ' kenyataan'. Hal tersebut adalah tindakan dua arah yang dilakukan oleh satu pohak saja. Itulah mengapa biasanya, setelah hasrat menggebu itu mencapai klimaks, dengan cepat ia pun segera lenyap. Alih - alih mencapai kepuasan menyenangkan, yang didapat justru kesadaran bahwa Anda hanya sendiri. Rasa bersalah dan kegembiraan berubah menjadi kesepian dan kebosanan. Akan berbahaya jika rasa tidak puas ini mendorong anak Anda mencari sensasi yang lebih besar - dan lebih memuaskan - melalui hubungan seks yang sebenarnya. Bukannya hubungan seks itu salah. Hanya saja, bosan melakukan masturbasi bukanlah alasan bagus untuk melakukannya.
http://ahliremaja.blogspot.com/
1. Rasa bersalah.
Suka atau tidak, masturbasi adalah aktivitas yang menimbulkan rasa bersalah, dan masyarakat memperkuat rasa bersalah itu melalu i pesan yang dikirimkan pada anak - anak mengenai benar dan (lebih sering) salahnya tindakan itu. Sudah sejak lama, masyarakat mengutuk keras masturbasi sebagai sebuah ' dosa besar'. Sekarang. Kita cenderung untuk sedapat mungkin menghindari menyebutnya. Tetapi 'konspirasi bisa' ini bertambah dengan penggunaan istilah seperti ' wanker' (tukang masturbasi) untuk mengejek orang, yang sebenarnya makin memperkuat rasa bersalah yang dirasakan sebagian besar anak muda mengenai masturbasi.
2. Obsesi.
Sebagian remaja - khususnya anak laki-laki - mencurigai bahwa perilaku mereka berdekatan dengan obsesi. Mereka khawatir kebiasaan mereka itu menjadi kecanduan serius. Tetapi kenyataannya, meskipun masturbasi jelas membentuk kebiasaan - dorongan kuat yang dapat dengan mudah dipuaskan bisa membentuk satu kebiasaan - sangat jarang masturbasi menjadi bentuk kecanduan yang sebenarnya. Kecanduan akan memperbudak atau mengendalikan Anda dan cenderung di srtai gejala penurunan fisik dan emosi. Tentu saja, mengetahui bahwa ' kebiasaan buruk' Anda tidak termasuk dalam kecanduan secara teknis tidak serta merta membuat Anda lega - lagipula, Anda masih melakukan kebiasaan itu. Jika Anda mencoba menghentikannya, resep tradisional mandi air dingin bukanlah jawabannya - itu hanya akan membuat Anda hipotermia! Satu - satunya cara yang berhasil adalah pengaliha: kegiatan lain yang dapat menyibukkan tubuh dan pikiran. Energi seksual bisa dialihakan: jika tidak digunakan untuk masturbasi,energi ini bisa digunakan untuk sesuatu yang lain mulai lari marathon sampai membuat selai jeruk!
3. Ketidak puasan.
Seks adalah tentang komunikasi. Idealnya, seks adalah tentang menyatukan diri Anda dengan seseorang yang Anda cintai dan percayai. Seks adalah tentang pasangan Anda, bukan seks itu sendiri. Sebaliknya, masturbasi adalah seks dengan diri sendiri - tanpa hubungan, komunikasi atau keintiman dengan orang lain. Intinya, masturbasi bukan ' kenyataan'. Hal tersebut adalah tindakan dua arah yang dilakukan oleh satu pohak saja. Itulah mengapa biasanya, setelah hasrat menggebu itu mencapai klimaks, dengan cepat ia pun segera lenyap. Alih - alih mencapai kepuasan menyenangkan, yang didapat justru kesadaran bahwa Anda hanya sendiri. Rasa bersalah dan kegembiraan berubah menjadi kesepian dan kebosanan. Akan berbahaya jika rasa tidak puas ini mendorong anak Anda mencari sensasi yang lebih besar - dan lebih memuaskan - melalui hubungan seks yang sebenarnya. Bukannya hubungan seks itu salah. Hanya saja, bosan melakukan masturbasi bukanlah alasan bagus untuk melakukannya.
Dunia Mitos
Dengan kata lain , coblah menghindari mengubah obrolan kecil yang santai menjadi seminar satu jam. Jika tidak terlalu memalukan bagi semuanya, mungkin Anda bisa membantu mematahkan beberapa mitos. Diluar mitos tentang menjadi buta hingga perlahan berubah menjadi manusia berbulu, lima besar kesalahpahaman masturbasi yang kemungkinan ditemui anak Anda adalah:
http://ahliremaja.blogspot.com/
* 'Mimpi basah':
Masturbasi berbeda dengan 'mimpi basah' (atau secara teknis dikenal sebagai noctural emission) karena dibutuhkan 'tangan' untuk melakukannya. Masturbasi juga mengharuskan Anda untuk sadar! 'Mimpi basah' terjadi dalam tidur dan sepenuhnya di luar kendali seseorang. Lebih jauh lagi, meski namanya demikian, Anda tidak harus bermimpi mengenai seks (atau yang lainnya) untuk mendapat 'mimpi basah'. Pada kaum pria, 'mimpi basah' adalah akibat dari ereksi tanpa sengaja, saat sperma merembes keluar penis. Wanita pun demikian - suatu noctural orgasm - terkait dengan cairan yang merembes dari vagina. Masturbasi, sebaliknya, memerlukan tindakan penuh konsentrasi, belum lagi masalah privasi, menahan suara dan waktu sekitar lima menit!.
* Tekanan darah:
Sebagai bagian dari proses merangsang gairah seks pada pria dan wanita, maka darah mengalir ke daerah alat kelaimn. Jika kondisi terangsang ini berlangsung selama beberpa waktu, berkumpulnya darah bisa menuyebabkan sedikit ketidak nyamanan pada daerah kelamin. Orgasme adalah cara untuk menghilangkan ketidaknyamanan ini, tetapi ini bukan satu - satunya cara - bahkan asal dibiarkan saja, tanpa diberi rangsangan seksual lagi, tubuh akan kembali seperti kondisi normal. Sperma yang tidak dikeluarkan, misalnya, tidak perlu ' melarikan diri', meskipun itu bisa terjadi saat 'mimpi basah'. Sperma itu bisa diserap kembali oleh tubuh. Dengan kata lain, tidak ada alasan biologis mengapa seseorang harus masturbasi atau berhubungan seks. Dalam sejarah catatan medis, tidak pernah ada orang yang mati akibat tidak masturbasi!
* Faktor pertumbuhan:
Anak laki - laki, khususnya, senang bertanya - tanya apakah masturbasi bisa membantu atau mempercepat pertumbuhan dan perkembangan organ seksual mereka. Jawabannya singkat, tidak. Meskipun hormon seks dilepaskan pada saat rangsangan, seperti masturbasi, ini tidak berpengaruh pada perkembangan fisik. Buah dada dan testis, penis dan pinggukl akan berkembanga dengan caranya sendiri, tidak peduli seberapa sering orang masturbasi.
* Menghabiskan bahan bakar:
Sampai abad yang lalu para dokter membayangkan kita lahir dengan persediaan cairan seksual (misalnya sperma) yang terbatas didalam tubuh kita. Akibatnya, kita disarankan, untuk tidak menghambur - hamburkannya. Kini, teori itu sudah mati sama seprti para dokter yang dulu memikirkannya. Sebenarnya sperma, air mani sel telur dan cairan vagina diproduksi secaraterus menerus didalam tubuh mulai dari masa puber. Kecuali sel telur yang berhenti dibuat setelah menopause, diproduksi biasanaya berlanjut seumur hidup. Dengan kata lain, Anda takkan dapat ' menghabiskan' seksualitas Anda, baik itu dengan ' terlalu banyak' berhubungan seks atau dengan masturbasi.
* Masalah dimasa depan:
Sebagian anak laki - laki bertanya - tanya apakah masturbasi terlalu sering saat masih muda akna menyebabkan masalah dalam hal ' performa' seksual mereka dikemudian hari - apakah mereka akan mengalmi orgasme terlalu cepat ('ejakulasi dini' yang menakutkan), atau terlalu lama? Bahkan , meskipun masturbasi memang bisa ' berakhir dalam beberapa menit saja', ini bukanlah petunjuk lamanya waktu hubungan seks saat dilakukan dengan pasangan. Banyak faktor yang memengaruhi jangka waktu yang diperlukan seorang pria untuk berejakulasi dengan pasangan, termasuk hormon, siklus menstruasi, 'kelicinan', lamanya pemanasan sebelum penetrasi dan tingkat keterangsangan kedua pasangan. Demikian pula bagi wanita, masturbasi juga tidak secara otomatis menimbulkan masalah dalam mencapaiorgasme, yang lebih bergantung pada bagaimana dan sejauh mana klitorisnya dirangsang selama hubungan seks, tanpa memandang apakah ia mempunyai sejarah masturbasi.
http://ahliremaja.blogspot.com/
* 'Mimpi basah':
Masturbasi berbeda dengan 'mimpi basah' (atau secara teknis dikenal sebagai noctural emission) karena dibutuhkan 'tangan' untuk melakukannya. Masturbasi juga mengharuskan Anda untuk sadar! 'Mimpi basah' terjadi dalam tidur dan sepenuhnya di luar kendali seseorang. Lebih jauh lagi, meski namanya demikian, Anda tidak harus bermimpi mengenai seks (atau yang lainnya) untuk mendapat 'mimpi basah'. Pada kaum pria, 'mimpi basah' adalah akibat dari ereksi tanpa sengaja, saat sperma merembes keluar penis. Wanita pun demikian - suatu noctural orgasm - terkait dengan cairan yang merembes dari vagina. Masturbasi, sebaliknya, memerlukan tindakan penuh konsentrasi, belum lagi masalah privasi, menahan suara dan waktu sekitar lima menit!.
* Tekanan darah:
Sebagai bagian dari proses merangsang gairah seks pada pria dan wanita, maka darah mengalir ke daerah alat kelaimn. Jika kondisi terangsang ini berlangsung selama beberpa waktu, berkumpulnya darah bisa menuyebabkan sedikit ketidak nyamanan pada daerah kelamin. Orgasme adalah cara untuk menghilangkan ketidaknyamanan ini, tetapi ini bukan satu - satunya cara - bahkan asal dibiarkan saja, tanpa diberi rangsangan seksual lagi, tubuh akan kembali seperti kondisi normal. Sperma yang tidak dikeluarkan, misalnya, tidak perlu ' melarikan diri', meskipun itu bisa terjadi saat 'mimpi basah'. Sperma itu bisa diserap kembali oleh tubuh. Dengan kata lain, tidak ada alasan biologis mengapa seseorang harus masturbasi atau berhubungan seks. Dalam sejarah catatan medis, tidak pernah ada orang yang mati akibat tidak masturbasi!
* Faktor pertumbuhan:
Anak laki - laki, khususnya, senang bertanya - tanya apakah masturbasi bisa membantu atau mempercepat pertumbuhan dan perkembangan organ seksual mereka. Jawabannya singkat, tidak. Meskipun hormon seks dilepaskan pada saat rangsangan, seperti masturbasi, ini tidak berpengaruh pada perkembangan fisik. Buah dada dan testis, penis dan pinggukl akan berkembanga dengan caranya sendiri, tidak peduli seberapa sering orang masturbasi.
* Menghabiskan bahan bakar:
Sampai abad yang lalu para dokter membayangkan kita lahir dengan persediaan cairan seksual (misalnya sperma) yang terbatas didalam tubuh kita. Akibatnya, kita disarankan, untuk tidak menghambur - hamburkannya. Kini, teori itu sudah mati sama seprti para dokter yang dulu memikirkannya. Sebenarnya sperma, air mani sel telur dan cairan vagina diproduksi secaraterus menerus didalam tubuh mulai dari masa puber. Kecuali sel telur yang berhenti dibuat setelah menopause, diproduksi biasanaya berlanjut seumur hidup. Dengan kata lain, Anda takkan dapat ' menghabiskan' seksualitas Anda, baik itu dengan ' terlalu banyak' berhubungan seks atau dengan masturbasi.
* Masalah dimasa depan:
Sebagian anak laki - laki bertanya - tanya apakah masturbasi terlalu sering saat masih muda akna menyebabkan masalah dalam hal ' performa' seksual mereka dikemudian hari - apakah mereka akan mengalmi orgasme terlalu cepat ('ejakulasi dini' yang menakutkan), atau terlalu lama? Bahkan , meskipun masturbasi memang bisa ' berakhir dalam beberapa menit saja', ini bukanlah petunjuk lamanya waktu hubungan seks saat dilakukan dengan pasangan. Banyak faktor yang memengaruhi jangka waktu yang diperlukan seorang pria untuk berejakulasi dengan pasangan, termasuk hormon, siklus menstruasi, 'kelicinan', lamanya pemanasan sebelum penetrasi dan tingkat keterangsangan kedua pasangan. Demikian pula bagi wanita, masturbasi juga tidak secara otomatis menimbulkan masalah dalam mencapaiorgasme, yang lebih bergantung pada bagaimana dan sejauh mana klitorisnya dirangsang selama hubungan seks, tanpa memandang apakah ia mempunyai sejarah masturbasi.
Waktunya Belajar Huruf Braille?
Masturbasi adalah seks tunggal: merangsang penis atau klitoris Anda sendiri, biasanya sampai Anda mencapai klimaks. Woody Allen pernah menyebutnya sebagai "seks dengan seseorang yang Anda cintai". Tetapi ada banyak mitos mengenai masturbasi, dan anak Anda akan segera bertemu dengan salah satunya.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Mitos masturbasi yang paling umum adalah bahwa hal itu akan membuat Anda buta. Mitos paling aneh adalah bahwa masturbasi akan menyebabkan tumbuhnya bulu di telapak tangan Anda. (Bayangkan Anda melihat serigala jadi -jadian buta mengendap - endap di jalan ...). Sebagaian orang khawatir masturbasi akan membuat kulit Anda bintik - bintik, membuat mandul atau gila. Yang lain menganggapnya sebagai sumber penyakit atau infeksi. Masyarakat di zaman Victoria bahkan percaya orang bisa mati sebagai akibat dari apa yang mereka sebut secara hati - hati sebagai "kebiasaan buruk saat sendirian". Tetapi kenyataannya, tidak ada bukti sama sekali bahwa masturbasi bersifat merusak secara fisik. Ini hanyalah satu dari banyak kesalah pahaman yang mungkin dipercayai anak Anda.
Tetapi sebagian dari kesah pahaman itu bisa menjadi perhatian besar bagai anak - anak, khususnya setelah mereka memasuki indahnya dunia kedewasaan. Jadi, penting bagi Anda untuk meluangkan waktu menghapus sebagian ketakutan anak Anda dan menjernihkan kesalah pahaman mereka. Dengan bicara secara terus terang dan jujur pada mereka, Anda akan mampu menghalaui mitos - mitos yang menakutkan itu sebelum berakar kuat. Masalahnya, ini berarti Anda yang harus mengambil inisiatif pertama. Jangan menunggu sampai hal itu muncul secara wajar dalam perbincangan - itu tidak akan terjadi ! Anda harus mengangkat masalah itu ' entah dari mana'.
Pada titik awal itu , penting sekali untuk Anda tidak bersikap berlebihan. Masturbasi adalah hal yang hanya ingin Anda bicarakan satu kali saja, karena akan benar - benar lebih memalukan bagi mereka daripada bagi Anda. Cobalah untuk tidak menyinggung kehidupan pribadi; sebaliknya, sedapat mungkin sikapilah hal itu dengan tenang dan objektif. Anak Anda tidak ingin tahu kalau dulu Anda sendiri adalah 'ahli' nya - karena mereka juga tidak ingin menjadi 'ahli' dalam hal itu ! Dan jangan sampai Anda menciptakan situasi yang membuat anak Anda mereasa terdesak dan harus mengakui apakah mereka melakukan masturbasi (atau tidak). Tujuan Anda bukan untuk membuat mereka menjadi masalah ini. Pembicaraan ini hanyalah uintuk menghilangkan ketakutan - ketakutan dan memberi mereka kesempatan untuk menjernihkan satu atau dua kesalah pahaman.
Jika semua ini tampak terlalu berat bagi Anda - atau mereka - mungkin sebagai gantinya Anda perlu memakai pendekatan yang lebih tidak langsung. Toko buku di daerah Anda pasti menyediakan satu atau dua buku bagus mengenai seks yang ditujukan bagi anak - anak atau remaja, dan salah satunya pasti ada yang membahas masalh masturbasi. Beberapa tahun yang lalu saya bahkan menulis buku sendiri, berjudul Sex Matters, dengan satu bab penuh membahas tema yang agak sensitif ini. Cukup beritahu mereka bahwa meskipun Anda tahu in adalah tema yang benar - benar memalukan untuk dibicarakan, Anda merasa bahwa mereka sangat perlu mengetahuinya sehingga Anda pun membelikan buku untuk mereka baca sendiri.
Lagipula, tujuannya adalah pendidikan, bukan upacara mempermalukan. Anda tidak ingin berhadapan dengan mereka seperti dalam pengadilan induisisi. Anda hanya ingin menghapus sebagian ketakutan anak Anda dan memastikan bahwa mereka bukan manusia abnormal hanya karena mereka melakukan - atau tidak melakukan - masturbasi.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Mitos masturbasi yang paling umum adalah bahwa hal itu akan membuat Anda buta. Mitos paling aneh adalah bahwa masturbasi akan menyebabkan tumbuhnya bulu di telapak tangan Anda. (Bayangkan Anda melihat serigala jadi -jadian buta mengendap - endap di jalan ...). Sebagaian orang khawatir masturbasi akan membuat kulit Anda bintik - bintik, membuat mandul atau gila. Yang lain menganggapnya sebagai sumber penyakit atau infeksi. Masyarakat di zaman Victoria bahkan percaya orang bisa mati sebagai akibat dari apa yang mereka sebut secara hati - hati sebagai "kebiasaan buruk saat sendirian". Tetapi kenyataannya, tidak ada bukti sama sekali bahwa masturbasi bersifat merusak secara fisik. Ini hanyalah satu dari banyak kesalah pahaman yang mungkin dipercayai anak Anda.
Tetapi sebagian dari kesah pahaman itu bisa menjadi perhatian besar bagai anak - anak, khususnya setelah mereka memasuki indahnya dunia kedewasaan. Jadi, penting bagi Anda untuk meluangkan waktu menghapus sebagian ketakutan anak Anda dan menjernihkan kesalah pahaman mereka. Dengan bicara secara terus terang dan jujur pada mereka, Anda akan mampu menghalaui mitos - mitos yang menakutkan itu sebelum berakar kuat. Masalahnya, ini berarti Anda yang harus mengambil inisiatif pertama. Jangan menunggu sampai hal itu muncul secara wajar dalam perbincangan - itu tidak akan terjadi ! Anda harus mengangkat masalah itu ' entah dari mana'.
Pada titik awal itu , penting sekali untuk Anda tidak bersikap berlebihan. Masturbasi adalah hal yang hanya ingin Anda bicarakan satu kali saja, karena akan benar - benar lebih memalukan bagi mereka daripada bagi Anda. Cobalah untuk tidak menyinggung kehidupan pribadi; sebaliknya, sedapat mungkin sikapilah hal itu dengan tenang dan objektif. Anak Anda tidak ingin tahu kalau dulu Anda sendiri adalah 'ahli' nya - karena mereka juga tidak ingin menjadi 'ahli' dalam hal itu ! Dan jangan sampai Anda menciptakan situasi yang membuat anak Anda mereasa terdesak dan harus mengakui apakah mereka melakukan masturbasi (atau tidak). Tujuan Anda bukan untuk membuat mereka menjadi masalah ini. Pembicaraan ini hanyalah uintuk menghilangkan ketakutan - ketakutan dan memberi mereka kesempatan untuk menjernihkan satu atau dua kesalah pahaman.
Jika semua ini tampak terlalu berat bagi Anda - atau mereka - mungkin sebagai gantinya Anda perlu memakai pendekatan yang lebih tidak langsung. Toko buku di daerah Anda pasti menyediakan satu atau dua buku bagus mengenai seks yang ditujukan bagi anak - anak atau remaja, dan salah satunya pasti ada yang membahas masalh masturbasi. Beberapa tahun yang lalu saya bahkan menulis buku sendiri, berjudul Sex Matters, dengan satu bab penuh membahas tema yang agak sensitif ini. Cukup beritahu mereka bahwa meskipun Anda tahu in adalah tema yang benar - benar memalukan untuk dibicarakan, Anda merasa bahwa mereka sangat perlu mengetahuinya sehingga Anda pun membelikan buku untuk mereka baca sendiri.
Lagipula, tujuannya adalah pendidikan, bukan upacara mempermalukan. Anda tidak ingin berhadapan dengan mereka seperti dalam pengadilan induisisi. Anda hanya ingin menghapus sebagian ketakutan anak Anda dan memastikan bahwa mereka bukan manusia abnormal hanya karena mereka melakukan - atau tidak melakukan - masturbasi.
Mmmmm..... Bagaimana Memulai Pembicaraan Mengenai Masturbasi
KARENA beberapa alasan tertentu, masturbasi adalah salah satu hal yang jarang sekali dibicarakan dalam masyrakat yang menjaga kesopanan, meskipun ini menjadi tema banyak puisi didinding kamar mandi. Masturbasi juga merupakan hal yang jarang sekali dimasukkan menjadi bagian dari 'kurikulum dasar' sebagian besar orang tua saat membicarakan mengenai seks kepada anak mereka. Bahkan, masturbasi menempati urutan teratas dari daftar sepuluh tema paling memalukan untuk dibicarakan dengan anak Anda.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Sebenarnya ini aneh. Bagaimanapun juga, banyak penelitian menunjukkan masturbasi adalah hal yang biasa. Sekitar 95 persen pria pernah melakukan masturbasi pada suatu waktu dalam hidup mereka, dan lima persen lainnya mungkin berbohong saat mengisi kuisener! Ini juga bukan hanya urusan kaum pria - lebih dari 60 persen wanita melakukan masturbasi satu kali atau lebih. Orang bisa mulai melakukan masturbasi sejak umur sepuluh atau sebelas tahun, bahkan terkadang diusia lebih muda sebelum mereka mencapai masa puber dan pertumbuhan secara seksual. Dan tidak ada batasan sampai umur berapa itu dilakukan -Anda bisa masturbasi sampai dihari Anda mati, meskipun hal ini tidak pernah secara resmi dicatat sebagai salah satu penyebab kematian !
Mereka yang masih lajang, sudah menikah, bercerai, janda, gay, heteroseksual, kulit putih, hitam, tua, muda, orang tua, anak -anak: mungkin bukanlah jenis kelompok masyarakat dunia yang tidak pernah melakukan masturbasi. Tetapi di saat yang sama, mereka mungkin juga bukan jenis kelompok masyarakat dunia yang siap mengakui, "Ya, kami melakukan masturbasi." Dengan kata lain, sebagian besar dari kita melakukannya- atau pernah melakukannya - tetapi hampir tidak ada yang bersedia membicarakannya. Ironisnya, tentu saja, meski tidak ada yang benar - benar membicarakannya, para pria khususnya sangat senang bergurau tentang hal itu, sepanjang mereka bisa melakukannya tanpa harus mengungkapkan bahwa mereka berbicara berdasarkan pengalaman pribadi!
Akibatnya, orang dewasa - belum lagi anak - anak - akhirnya memercayai bahwa itu adalah semacam perbuatan cabul yang jelek dan jahat, dan mereka adalah satu - satunya orang didunia yang melakukannya, atau pernah melakukannya. Mereka merasa bersalah dan yakin semua orang di planet ini akan mundur teratur jika mereka mengetahui "kebenaran mengerikan" itu. Jika ini benar terjadi pada orang dewasa, hal ini pasti terjadi pula pada anak - anak, yang sangat menyadari setiap perbedaan kecil antara diri mereka dengan teman - temannya, jika hal itu menyangkut tubuh dan perilaku.
http://ahliremaja.blogspot.com/
Sebenarnya ini aneh. Bagaimanapun juga, banyak penelitian menunjukkan masturbasi adalah hal yang biasa. Sekitar 95 persen pria pernah melakukan masturbasi pada suatu waktu dalam hidup mereka, dan lima persen lainnya mungkin berbohong saat mengisi kuisener! Ini juga bukan hanya urusan kaum pria - lebih dari 60 persen wanita melakukan masturbasi satu kali atau lebih. Orang bisa mulai melakukan masturbasi sejak umur sepuluh atau sebelas tahun, bahkan terkadang diusia lebih muda sebelum mereka mencapai masa puber dan pertumbuhan secara seksual. Dan tidak ada batasan sampai umur berapa itu dilakukan -Anda bisa masturbasi sampai dihari Anda mati, meskipun hal ini tidak pernah secara resmi dicatat sebagai salah satu penyebab kematian !
Mereka yang masih lajang, sudah menikah, bercerai, janda, gay, heteroseksual, kulit putih, hitam, tua, muda, orang tua, anak -anak: mungkin bukanlah jenis kelompok masyarakat dunia yang tidak pernah melakukan masturbasi. Tetapi di saat yang sama, mereka mungkin juga bukan jenis kelompok masyarakat dunia yang siap mengakui, "Ya, kami melakukan masturbasi." Dengan kata lain, sebagian besar dari kita melakukannya- atau pernah melakukannya - tetapi hampir tidak ada yang bersedia membicarakannya. Ironisnya, tentu saja, meski tidak ada yang benar - benar membicarakannya, para pria khususnya sangat senang bergurau tentang hal itu, sepanjang mereka bisa melakukannya tanpa harus mengungkapkan bahwa mereka berbicara berdasarkan pengalaman pribadi!
Akibatnya, orang dewasa - belum lagi anak - anak - akhirnya memercayai bahwa itu adalah semacam perbuatan cabul yang jelek dan jahat, dan mereka adalah satu - satunya orang didunia yang melakukannya, atau pernah melakukannya. Mereka merasa bersalah dan yakin semua orang di planet ini akan mundur teratur jika mereka mengetahui "kebenaran mengerikan" itu. Jika ini benar terjadi pada orang dewasa, hal ini pasti terjadi pula pada anak - anak, yang sangat menyadari setiap perbedaan kecil antara diri mereka dengan teman - temannya, jika hal itu menyangkut tubuh dan perilaku.
Subscribe to:
Posts (Atom)